Friday, November 6, 2015

Agro Wisata Gunung Mas Bogor

Agro Wisata Gunung Mas Bogor

Agro Wisata Gunung Mas Bogor 


        Menunggang kuda di taman rekreasi  mungkin sudah biasa, tapi kalau menunggang kudanya di tengah hamparan kebun teh yang hijau & sejuk? Itu baru luar biasa! Ingin mencobanya bersama anak-anak? Mari berkunjung ke kawasan Agrowisata Gunung Mas, Puncak, Jawa Barat.

Untuk menemukan lokasi Agrowisata Gunung Mas ini tidak lah sulit karena posisinya berada di permulaan deretan perekebunan teh di Puncak bila kita datang dari arah Gadog/Bogor. Tinggal memerlukan sedikit kejelian melihat ke sisi kanan jalan maka kita akan menemukan sebuah pintu masuk bertuliskan “Gunung Mas” lengkap dengan sebuah patung berupa botol minuman teh dalam kemasan di sisi kiri pintu masuknya.

Jika berlibur ke Gunung Mas, kita akan disuguhkan dengan suasana khas perkebunan teh. Sepanjang mata memandang, yang tampak adalah pohon-pohon teh hijau dan deretan pegunungan.

Yang menjadi primadona wisata di Agrowisata Gunung Mas adalah menunggang kuda mengelilingi kebun teh dan olahraga tea walk dengan ditemani pemandu. Selain kedua kegiatan seru tadi, kita juga bisa melakukan kunjungan ke pabrik teh (dengan pemandu), bermalam di penginapan dan berenang di kolam renang Tirta Mas .

Untuk bisa mendapatkan informasi lengkap tentang jenis & tariff penginapan, pemandu  dan pilihan rute tea walk maka datanglah ke Pusat Informasi Wisata Gunung Mas yang lokasinya berhadapan dengan Pabrik Teh PTPN VIII.

Bila ingin berkuda di tengah kebun teh, kita bisa melakukannya langsung dengan mendatangi para pemilik kuda yang dapat kita temui di sisi kanan perkebunan,  tidak jauh dari gerbang loket tiket Gunung Mas.

Bila kita memilih Tea Walk, bersama pemandu khusus, kita akan diajak berjalan santai mengelilingi areal perkebunan teh dengan tiga rute pilihan: rute 4 km, 6 km dan 8 km. Selama berjalan, kita bisa melihat langsung bagaimana teh dipetik dari pohonnya. Seru!

Puas berjalan-jalan di tengah kebun teh, pengunjung bisa masuk ke dalam pabrik dan melihat bagaimana teh dibuat. Di dalam pabrik teh Gunung Mas, pengunjung bisa menyaksikan bagaimana teh diolah, mulai dari daun hingga menjadi jenis teh dalam kemasan.

Nah, untuk pengunjung yang membawa anak-anak, jangan lewatkan pengalaman seru berkuda bersama  melintasi hamparan perkebunan teh. Sama seperti tea wak, ada 3 rute berkuda yang dapat kita pilih, yaitu rute 30 menit, 1 jam dan 2 jam.

Yang paling banyak dipilih oleh pengunjung adalah rute 30 menit karena kita akan dibawa mengelilingi perkebunan teh sebanyak 1 putaran.  Sedangkan untuk rute 1 jam, biasanya kita hanya akan ditawarkan bila ada induk kuda yang baru saja melahirkan dan kita diajak untuk menengok bayi kuda di kandangnya.

Dan untuk rute 2 jam, walaupun memakan waktu lama namun petualangan seru  pun menanti untuk kita jelajahi . Kita akan diajak menunggang kuda sambil masuk ke dalam hutan dan berakhir di sebuah air terjun sambil beristirahat sejenak untuk kemudian kembali melanjutkan perjalanan pulang. Saran kami, khusus untuk pilihan rute yang terakhir ini mungkin akan lebih cocok bila anak-anak sudah menginjak usia remaja dan mulai menyukai petualangan yang menantang.

Jenis kuda tunggang di Wisata Gunung Mas ini adalah Kuda Sumbawa yang mempunyai postur tubuh yang tinggi, besar dan tegap. Menurut sang pengasuh kuda, telah banyak anak-anak yang berkebutuhan khusus menunjukkan kemajuan yang pesat setelah rutin menunggang kuda sambil menghirup udara segar pegunungan di Agrowisata Gunung Mas.

Si pengasuh kuda pun menambahkan, bahwa saat menunggang kuda, anak-anak berkebutuhan khusus akan “belajar” mengenal bahasa tubuh kuda, melatih kekuatan tangan mereka saat memegang erat pegangan / tali sadel kuda terutama ketika melewati kontur tanah perkebunan yang menanjak dan menurun sedikit curam.

Memang benar bila dikatakan bahwa berkuda adalah berolahraga, karena kita secara otomatis akan melatih otot-otot tangan & kaki saat tubuh kita mencoba bertahan dan menjaga keseimbangan di atas pelana kuda.  Hal ini baru bisa kita rasakan perbedaannya setelah 30 menit berkuda di lahan yang naik turun.

Nah, bila masih ingin merasakan nuansa perkebunan teh lebih lama, kita bisa menginap di berbagai tipe penginapan yang telah disiapkan oleh pihak pengelola Agrowisata Gunung Mas. Disini ada 4 tipe penginapan yaitu kamar, bungalow, pondokan, dan rumah dari kayu kelapa . 


Tips:
  •     Usahakanlah datang ke Agrowisata saat cuaca cerah dan di pagi hari (langit masih biru, belum banyak awan dan sinar matahari belum terlalu terik).
  •     Kabut biasanya mulai turun siang menuju sore hari (sekitar jam 3-4 sore) dan bisa turun kapan saja terutama musim hujan. Berkuda masih bisa dilakukan saat cuaca berkabut karena kuda-lah yang malah akan menuntun pengasuh kuda untuk menemukan jalan pulangnya.
  •     Jangan lupa membawa topi, baju hangat, kamera dan minuman ketika Tea Walk atau Berkuda.
  •     Biaya untuk menunggang kuda adalah Rp.75.000,-/kuda (wisatawan domestik) dan Rp.125.000,- (wisatawan manca negara). Bila sedang sepi biasanya para pemandu ini akan langsung mendatangi mobil kita saat sedang parkir. Usahakan memilih kuda yang sesuai dan kuat menahan beban tubuh kita agar kita tidak menyiksa kuda.
  •     Jangan buang tiket masuk yang sudah kita beli, karena tiket ini bisa ditukar dengan sekantung teh celup Walini yang asli produk perkebunan teh ini. Carilah stand-stand bertuliskan nama teh ini dan tukar tiket kita di sana, gratis!

Tarif Agrowisata Gunung Mas (dicatat pada tahun 2012):
Tarif Masuk Kendaraan:
  •     Bis: Rp. 10.000,-
  •     Kendaraan Kecil (Sedan/ Jeep): Rp.7.500,-
  •     Motor: Rp. 2.500,-

Tarif Berkuda (Per 30 menit) : Rp. 75.000,- (wisatawan domestik) & Rp.125.000,- (wisatawan asing

Tarif Fasilitas Tea Walk:
  •     Tarif Masuk per orang: Rp.6.000,-
  •     Tarif Masuk Mahasiswa / pelajar: Rp.4.000,-
  •     Tarif Masuk Kolam Renang "Tirta Mas": Rp.5.000,-
  •     Tarif Masuk Pabrik : Rp.3.000,- (umum), Rp.2.000,-(mahasiswa/pelajar), Rp. 7.500 (wisatawan asing)
  •     Tarif Pemandu Pabrik: Rp.20.000,- (umum maks. 20 orang), Rp.25.000,-(mahasiswa/pelajar maks. 20 orang), Rp. 40.000 (wisatawan asing, maks. 15 orang)
  •     Tarif Pemandu Tea Walk : Rp. 20.000 ( 4 km), Rp.25.000,- ( 6 km). Rp.30.000,- ( 8 km) & Rp.35.000,- (10 km)
  •     Pemandu khusus: Rp.60.000,-

Fasilitas Agrowisata Gunung Mas :
  •     Bungalow 1,2 & 3
  •     Kantor Pengelola Wisata Agro
  •     Aula Cynchona
  •     Lapangan Tenis
  •     Wisma Affandi
  •     Kamar VIP
  •     Kamar Standard
  •     Pabrik Teh
  •     Tea Cafe
  •     Mesjid
  •     Lapangan Volley
  •     Kantor Induk
  •     Pondokan (Cottage)
  •     Tea Resto Tirta Mas
  •     Lapangan Bola
  •     Kolam Renang
  •     Flying Fox
  •     Camping Ground
  •     Kolam Rekreasi


        Horseback riding in the park may be used, but if riding a horse in the middle of the green expanse of tea plantations and cool  That is just incredible! Want to give it a try with their children  Let's pay a visit to the Agro Gunung Mas, Puncak, West Java.

To find the location of Gunung Mas Agro's not difficult because of its position at the beginning of the row of plantation in Puncak when we came from the direction Gadog / Bogor. Live requires some foresight to see into the right side of the road then we will find an entrance that read "Mas" with a statue in the form of a bottle of bottled tea drinks on the left side of the entrance.

If a vacation to Mount, we will be presented with a special atmosphere tea plantations. Throughout the eye can see, what appears is the green trees and mountain ranges.

Who became prime tourist spot in Agro Gunung Mas was riding around the tea plantations and tea walk in the company of sport drivers. Besides these two exciting events earlier, we can also make a visit to the tea factory (with driver), spend the night at the lodge and swimming in the pool at Tirta Mas.

To get more information on the type and tariff lodging, guides and route selection tea walk came to the Tourist Information Centre is located Gunung Mas Tea Factory dealing with PTPN VIII.

If you want to ride in the middle of tea gardens, we can do so directly by going to the owners of horses that can be found on the right side of the estate, not far from the gates of Gunung Mas ticket counter.

If we choose the Tea Walk, with a special driver, we will talk to stroll around the plantation tea with a choice of three routes: Route 4 km, 6 km and 8 km. During the walk, we can see first hand how the plucked from the tree. Fun!

Satisfied walk in the middle of tea gardens, visitors can go inside the factory and see how tea is made. In Gunung Mas tea factory, visitors can see how tea is processed from the leaves of tea to be packaged.

Well, for visitors with children, do not miss the exciting experience of riding together across the expanse of tea plantations. Just like tea wak, there are 3 equestrian routes can we choose, these are 30 minutes, 1 hour and 2 hours.

The most chosen by visitors are the 30 minutes because we were being taken around the tea plantations of one lap. And for the first hour, we usually only be offered if there are master horse who had just given birth and we are invited to visit baby horse in its stall.

And for these two hours, though time-consuming but also adventure waiting for us to explore. We'll talk to ride a horse, go into the woods and ends in a waterfall while taking a break and then resume the journey home. Our advice, especially for the latter option may be more suitable when the kids are at the age of adolescence and starting to like challenging adventure.

Horse-riding type in Gunung Mas Tour is Sumbawa horse that has a high posture, and shoulders. According to the caretakers of horses, many children with special needs to show significant progress after a regular horse riding and fresh air in the mountains of Gunung Mas Agro.

The horse caretakers also added that while horseback riding, children with special needs will "learn" to recognize the body language of horses, train them, arm strength when gripped the handle / strap saddle, especially when passing through contour farming land which is a little steep uphill and downhill.

It is true to say that riding is exercise, because we automatically will train the muscles of the hands and feet when our body tries to survive and maintain a balance in the saddle. It is new we can feel the difference after 30 minutes of riding up and down the land.

Well, if you still want to feel the atmosphere of the tea plantations longer, we can stay in different accommodation types that have been prepared by the manager of the Agro Gunung Mas. There are four types of accommodation such as rooms, bungalows, cottages, houses of wood and coconut.

Tips:
  •         Be diligent when it comes to tourism and sunny weather in the morning (the sky is still blue, no clouds and the sun is not too hot).
  •         Fog usually begins to fall during the afternoon (around 3-4 pm) and can go down at any time, especially in the rainy season. Horseback riding can be done when the weather is foggy because it's even horse-sitter will lead a horse to find his way home.
  •         Do not forget to bring a hat, warm clothes, camera and Tea Walk or drink while riding.
  •         The cost to ride the horse is Rp.75.000, - / horse (domestic tourists) and Rp.125.000, - (foreign tourists). When you are lonely, usually the driver will directly go to our car while parking. Try to choose a suitable horse and hold the load of our body that we do not hurt the horse.
  •         Do not waste the tickets we bought, because the ticket can be exchanged for a bag of tea bags Walini original tea plantations this product. Look for booths bearing the name of this tea and exchange our tickets there, for free!


Gunung Mas Agro rates (recorded in 2012):
Rates Entrance Vehicle:
  •         Bus: Rp. 10.000, -
  •         Small Vehicle (SUV / Jeep): Rp.7.500, -
  •         Motor: Rp. 2500, -

Equestrian rates (per 30 minutes): Rp. 75.000, - (domestic tourists) Rp.125.000, - (for foreign tourists

Rates Facilities Tea Walk:
  •         Admission per person: Rp.6.000, -
  •         Admission Students / students: Rp.4.000, -
  •         Rates Entrance Pool "Tirta Mas": 5,000, -
  •         Rates Entrance Factory: Rp.3.000, - (common), Rp.2.000, - (student / student), Rp. 7,500 (foreign tourists)
  •         Rates driver Factories: 20,000 - (general max. 20 persons), 25.000, - (student / students max. 20 persons), Rp. 40,000 (foreign tourists, max. 15 persons)
  •         Rates driver Tea Walk: Rp. 20,000 (4 km), 25.000, - (6 km). 30,000, - (8 km) Rp.35.000, - (10 km)
  •         Special driver: Rp.60.000, -


Gunung Mas Agro facilities:

  •         Bungalow 1,2 & 3
  •         Agro Tourism Management Office
  •         Hall Cynchona
  •         Tennis court
  •         Pensions Affandi
  •         VIP Room
  •         Standard room
  •         Tea Factory
  •         Tea Cafe
  •         Mosque
  •         Field Volleyball
  •         Home Office
  •         Cabin (Cottage)
  •         Tea Resto Tirta Mas
  •         Golf Balls
  •         Swimming pool
  •         Flying Fox
  •         Camping Ground
  •         Outdoor Recreation



Video Agro Wisata Gunung Mas :



Biasakan||Used to:
1.Comment
2.Like
3.Share

Seseorang yang ingin membagi pengalaman dan ilmu yang berguna untuk para pembaca FajarYusuf.Com :)

Cobalah untuk memilih Pelajaran Pemrograman dan belajar dari Materi Pertama
EmoticonEmoticon


TENTANG SITUS

SITUS INI ADALAH SITUS PEMBELAJARAN PEMROGRAMAN DAN JUGA PEMAHAMAN TERHADAP TEKNOLOGI KOMPUTER. KALIAN BISA MENGIKUTI PEMBELAJARAN PEMROGRAMAN DENGAN BERTAHAP PADA MATERI YANG SUDAH SAYA SEDIAKAN, JIKA ADA MATERI YANG MEMBINGUNGKAN SILAKAN LAKUKAN KOMENTAR PADA MATERI YANG ANDA TANYAKAN ATAU KALIAN BISA MENGHUBUNGI SAYA DIHALAMAN KONTAK.

https://smallseotools.com/