Monday, November 2, 2015

Wisata Kampung Budaya Sindangbarang Bogor || Tourism Culture Arco Bogor

Wisata Kampung Budaya Sindangbarang Bogor || Tourism Culture Arco Bogor

Wisata Kampung Budaya Sindangbarang Bogor || Tourism Culture Arco Bogor


          Alamat/Lokasi Kampung budaya sindangbarang ini terletak di desa pasir eurih kec. tamansari, kab. Bogor, Jawa Barat, Pulau Jawa, Indonesia. Jaraknya kurang lebih sekitar 5 km dari kota Bogor. Merupakan sebuah Kampung yang Tertua di Wilayah kota dan kab. Bogor, berdasarkan sumber dari naskah Pantun Bogor serta Babad Pajajaran.

Jika menurut sumber Pantun Bogor diperkirakan Sindangbarang sudah ada semenjak jaman Kerajaan Sunda yang kurang lebihnya pada abad ke XII. Disinilah dahulunya terdapat sebuah Kerajaan Bawahan yang bernama Sindangbarang dan Ibukotanya di Kutabarang. Menurut dari cerita rakyat, dahulunya disini menjadi tempat digemblengnya para satria-satria kerajaan. Disini juga awal mula dari kebudayaan Sunda Bogor yang bertahan sampai saat ini yang diwujudkan dalam Upacara Adat Seren Taun.

Di Kampung budaya Sindangbarang ini terdapat 8 macam jenis kesenian Sunda yang sudah direvitalisasi dan dilestarikan oleh para penduduknya. Disini juga terdapat berbagai situs-situs purbakala peninggalan dari kerajaan Pajajaran yang berupa Bukit-bukit berundak. Di sindangbarang ini pada setiap satu tahun sekali diselenggarkan sebuah upacara adat Seren Taun yaitu upacara ungkapan rasa puji syukur masyarakat desa ini terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas hasil Panen serta hasil bumi yang diperoleh pada tahun ini dan juga berharap agar hasil panen pada tahun depan akan menjadi lebih baik lagi.

Untuk menjaga serta melestarikan kesenian tradisional yang ada di kampung budaya ini, maka diselenggarakan juga pelatihan tari dan gamelan yang ditujukan untuk para generasi muda secara gratis, Anak-anak muda yang sudah mahir dalam bidang kesenian masing-masing akan di ikut sertakan dalam sebuah pementasan untuk menyambut tamu yang tentunya juga akan menambah penghasilan untuk diri mereka sendiri.

Untuk melestarikan benda-benda bersejarah dan situs-situs purbakala lainnya, kampung budaya ini bekerja sama dengan FIB UI dalam melakukan penelitian, dokumentasi serta menyelenggarakan seminar yang berhubungan dengan situs peninggalan dari kerajaan Pajajaran tersebut. Cerita rakyat tentang Sindangbarang tersebut juga sudah diujicoba dan dibukukan sendiri oleh teman-teman dari FIB UI.

Saat ini rumah-rumah adat beserta tradisi budaya yang ada di Kampung Budaya Sindangbarang ini sudah direkontruksi dan direvitalisasi dengan bimbingan dan juga petunjuk dari Bapak Anis Djatisunda yang merupakan seorang Sesepuh Sindangbarang dan Budayawan dari Jawa Barat. Revitalisasi budaya serta rumah-rumah adat tersebut memang perlu untuk dilakukan supaya orang sunda tidak kehilangan jatidirinya.

Tinggal bersama dengan kokolot adalah salah satu dari keunikan yang dimiliki kampung budaya Sindangbarang. Karena ini merupakan sebuah kampung budaya maka para tamu yang berkunjung juga akan merasakan suasana kehidupan perkampungan sehari-hari. Para tamu juga akan tinggal bersama dengan kokolot dan seniman yang tinggal di kampung budaya. Tamu yang datang berkunjung akan menemui suasana para ibu-ibu yang sedang menumbug padi di saung lisung, memasak yang masih menggunakan kayu bakar dan Hawu (sebuah kompor tradisional sunda), melihat para petani yang sedang bercocok tanam, belajar kesenian tradisional dan lain sebagainya.

Kegiatan Wisata Budaya yang telah diselenggarakan di Kampung Budaya Sindangbarang adalah murni dilakukan oleh para kokolot dari Kampung Budaya dalam rangka mencari biaya untuk pemeliharaan rumah-rumah adat yang telah dibangun oleh Pemerintah Propinsi Jawa Barat dan Pemkab Bogor dan tidak digunakan untuk tujuan komersil.

Adapun dana yang telah terkumpul dari hasil kunjungan para wisatawan dipergunakan untuk :
  • 1. Operasional Kampung Budaya, termasuk mengganti ongkos para pengurus, listrik, pelatihan kesenian,Perbaikan dan bangunan, Mendata Situs purbakala dan lain sebagainya.
  • 2. Melakukan Revitalisasi kesenian tradisional Sunda, antara lain seperti Parebut Se'eng, Seni Gondang,Kendang Pencak, Angklung gubrag, Seni Reog, Rampak Gendang, Calung, Jaipong.
  • 3. Untuk Pagelaran Seni Tradisi Adu jaten Parebut Se'eng ( Adu kekuatan merebutkan se'eng "penanak nasi", Lomba Tutunggulan , Seminar Budaya  dan juga Kegiatan Upacara Adat Seren Taun.
Dengan berkunjung menuju Kampung Budaya Sindangbarang berarti Anda sudah membantu memperpanjang usia bangunan-bangunan adat di Kampung Budaya ini serta melestarikan kesenian tradisional Sunda.


          Address / Location Village culture Arco is located in the village of sand eurih district. tamansari, kab. Bogor, West Java, Java, Indonesia. The distance is approximately 5 km from the city of Bogor. Is a village in the oldest area of ​​the city and district. Bogor, based on the source of the text as well as Singapore Fashion Chronicle Ir.

If, according to sources Fashion Bogor estimated Arco has existed since the era of the Kingdom of Sunda or less in the XII century. Here there used to be a kingdom named Subordinate capital of Arco and in Kutabarang. According to folklore, formerly trained here to become a place of royal knights. Here is also the beginning of a culture that has survived until Bogor today embodied in Seren Taun Ceremony.

In the village there is a culture of Arco 8 kinds of arts users who have revitalized and preserved by its inhabitants. Here there are also many archaeological sites relic of a government database that hills terraces. In Arco on this annually held a ceremony Seren Taun ceremony is an expression of gratitude to the people of this village Almighty God for the harvest and crops raised in this and also hope that the results of the harvest in the next year will be better again.

To maintain and preserve the traditional arts in the cultural village, it also organized dance training and dance aimed at young people free, young people who are already well versed in the arts of each will be included in a play for welcomes guests would also increase income for themselves.

To preserve objects of historical and archaeological sites other, the cultural village is working with FIB UI in doing research, documentation and seminars related to the heritage sites of the government database. Folklore about Arco has also been tested and recorded by friends of FIB UI.

Currently customs houses and cultural traditions in the cultural village of Arco has been reconstructed and revitalized with the guidance and instructions of Mr. Anis Djatisunda who is a Chairman of Arco and Culture of West Java. Revitalization of cultural and traditional houses was necessary to do so people do not lose his identity.

Staying with the elder is one of the uniqueness of the cultural village of Arco. Because this is a cultural village and guests who visit will also feel the atmosphere of village life everyday. Guests will also live with elder and artist who lives in the village culture. Guests who come to visit will find the atmosphere of the mothers who were in shelters menumbug lisung rice, cooking still use firewood and ash (a traditional stove), see farmers who are farming, learning traditional arts and so forth.

Cultural Tourism Activities which have been held in the Cultural Village Arco is purely done by the elder of the Cultural Village in order to find the cost of maintenance of traditional houses that have been built by the Government of West Java and Bogor regency and is not used for commercial purposes.

The funds that have been collected from the visits of tourists used to:

  •     1. Operational Cultural Village, including the cost of replacing the managers, electrical, arts training, and building improvements, Noted archaeological sites and so forth.
  •     2. Revitalization Sundanese traditional arts, among others, as captured Se'eng, Art Performance, drum VAT, gubrag Dance, Folk Art, Jason Drum, performing, comedy.
  •     3. To show Art Tradition jaten captured Se'eng (Adu forces fighting se'eng "cooker", Tutunggulan Competition, Seminar and Cultural Activities Seren Taun Ceremony.

With a visit to the cultural village of Arco means you have to help prolong the life of the buildings in the village of indigenous culture and preserve this traditional art.




Video Wisata Kampung Budaya Sindangbarang Bogor || Tourism Culture Arco Bogor :




Biasakan||Used to:
1.Comment
2.Like
3.Share

Seseorang yang ingin membagi pengalaman dan ilmu yang berguna untuk para pembaca FajarYusuf.Com :)

Cobalah untuk memilih Pelajaran Pemrograman dan belajar dari Materi Pertama
EmoticonEmoticon


TENTANG SITUS

SITUS INI ADALAH SITUS PEMBELAJARAN PEMROGRAMAN DAN JUGA PEMAHAMAN TERHADAP TEKNOLOGI KOMPUTER. KALIAN BISA MENGIKUTI PEMBELAJARAN PEMROGRAMAN DENGAN BERTAHAP PADA MATERI YANG SUDAH SAYA SEDIAKAN, JIKA ADA MATERI YANG MEMBINGUNGKAN SILAKAN LAKUKAN KOMENTAR PADA MATERI YANG ANDA TANYAKAN ATAU KALIAN BISA MENGHUBUNGI SAYA DIHALAMAN KONTAK.

https://smallseotools.com/