Wednesday, April 24, 2019

Linux : Mengenal Repository yang Ada di Linux

Linux : Mengenal Repository yang Ada di Linux

Salah satu alasan saya menggunakan sistem operasi Linux karena dia bersifat free open source dan stabil. Ada beberapa hal menarik saat saya pertama kali menggunakan sistem operasi ini, yaitu pada sistem manajemen paket di mana untuk install sebuah aplikasi kita hanya perlu input sebuah perintah apt-get install (nama aplikasi).

Setelah input perintah tersebut maka secara otomatis akan memulai proses download dan instalasi aplikasi yang kamu input tersebut. Bagaimana cara kerja perintah tersebut sehingga hanya dengan input beberapa baris perintah tersebut secara otomatis aplikasi yang kita input berhasil terinstall ajaib bukan ? Tidak, itu semua karena adanya sebuah Repository. 


Sebenarnya Apa itu Repository ?

Repository merupakan bagian terpenting bagi sistem operasi Linux karena ia merupakan tempat penyimpanan ratusan aplikasi atau program yang telah diatur dan tersedia yang dapat diakses melalui internet seperti saat kita ingin menginstall aplikasi di Linux kita.

Repository biasanya menyediakan sebuah sistem manajemen paket, alat yang dimaksudkan untuk mencari, install dan sebaliknya memanipulasi paket perangkat lunak dari repository. Sebagai contoh, banyak distribusi Linux menggunakan Advanced Packaging Tool (APT), umumnya ditemukan di distro berbasis Debian. Dengan input perintah apt-get install (nama aplikasi) itu memerintahkan untuk download paket-paket yang diperlukan melalui server repository sistem operasi yang kamu gunakan.

Repository tidak hanya dapat diakses melalui internet saja tetapi juga dapat menggunakan alternatif repository lewat distribusi pada media lain seperti DVD. Ini dapat membantu pengguna yang masih kesulitan untuk mendapatkan koneksi Internet.

Contoh Repository

Setiap distribusi Linux memiliki sebuah server repository yang berbeda-beda antara satu dengan lainnya. 

Mengenal Repository Linux

Repository yang saya gunakan untuk distro Linux Mint Rebecca dia menggunakan repository milik Ubuntu Trusty. Untuk melihat repository yang kamu gunakan silahkan ikuti perintah di bawah ini.
  • sudo nano /etc/apt/sources.list
Ingat : Kamu harus berhati-hati jika ingin merubah repository kamu, jika ada kesalahan maka kamu akan menemui masalah saat melakukan update atau install aplikasi. 


Reviewer: FajarYusuf.Com
ItemReviewed: Linux : Mengenal Repository yang Ada di Linux

Linux : Cara Install dan Uninstall Aplikasi di Ubuntu


Masih bingung menginstall dan uninstall aplikasi di Ubuntu? Tenang saja, saya akan membahas tentang tata cara bagaimana menginstall dan uninstall aplikasi di Ubuntu secara online.
Pertama, kita harus paham dulu apa itu repository. Repository adalah Sekumpulan paket-paket aplikasi atau program aplikasi yang digunakan untuk Sistem Operasi di Linux yang didapatkan dari Server Mirror website tersebut.

Tidak seperti windows, Ubuntu saat menginstall aplikasi, direkomendasikan untuk menginstall secara online. Karena aplikasi di Ubuntu tidak hanya mempunyai satu paket, karena ubuntu mempunyai beberapa paket yang saling berhubungan dan bergantungan antara paket yang satu dengan paket yang lain.

Jika sudah paham, maka alangkah baiknya kita langsung menuju step selanjutnya. 

Selanjutnya kita harus update dulu package listnya.
Pertama Buka Terminal atau bisa dengan shortcut keyboard Ctrl+Alt+T.
Ketikan Perintah berikut
sudo apt-get update
Ketikan password kamu kemudian tekan enter.
Lalu jika proses sudah selesai ketikan perintah ini untuk menginstall aplikasi
sudo apt-get install nama-aplikasi
Lalu ketik y dan tekan enter.

Untuk upgrade aplikasi dan Os Ubuntu kamu. Kamu juga dapat melakukannya dengan perintah ini
sudo apt-get upgrade
Lalu ketik y dan tekan enter.

Untuk melihat aplikasi dan paket-paket terbaru yang belum diupdate, Kamu juga dapat melakukannya dengan perintah ini
sudo apt-get dist-upgrade
Untuk menguninstall aplikasi. Lakukan dengan perintah ini
sudo apt-get remove nama-aplikasi
Untuk menguninstall aplikasi sampai akar paketnya. Lakukan dengan perintah ini
sudo apt-get purge nama-aplikasi

Jika kamu belum paham, kamu bisa komentar disini. Agar kami bisa membantu. 
Cukup disini artikel untuk perintah perintah install dan uninstall aplikasi di ubuntu. Nanti di artikel yang akan datang saya akan membahas tentang aplikasi-aplikasi di Ubuntu.
Semoga bermanfaat.
Salam Open Source!

Reviewer: FajarYusuf.Com
ItemReviewed: Linux : Cara Install dan Uninstall Aplikasi di Ubuntu

Linux : Daftar Aplikasi Perkantoran Untuk Linux


  Bagi anda yang pengguna windows pasti sudah tidak asing lagi dengan aplikasi aplikasi perkantoran seperti Microsoft Office. Aplikasi aplikasi tersebut pasti sudah sangat melekat di anda pengguna Windows lalu bagaimana dengan Linux apakah ada aplikasi yang seperti itu ? tentu saja ada. Lalu apa sajakah aplikasi itu ? berikut akan saya paparkan daftar apa saja aplikasinya :D
  1. Open office ( Pengganti Microsoft Office )
  2. Libre Office ( Pengganti Microsoft Office )
  3. WPS Office ( Pengganti Microsoft Office )
  4. Abiword ( Pengganti Microsoft Office Word saja )
  5. Gnumeric ( Pengganti Microsoft Office Excel saja )
 Lalu apa saja kelebihan dan kekurangan aplikasi aplikasi diatas ? berikut akan saya jelaskan kelebihan dan kekurangannya.

  • Open Office

Kelebihan : 
  1.  Dapat berjalan di banyak platform
  2.  Kompatibel dengan Microsoft Office dan format office lainnya
  3.  Format dari OpenDocument adalah terbuka dan fleksibel
  4.  Dapat melakukan ekspor ke dokumen PDF dengan mudah
  5.  Tersedia macro dalam berbagai bahasa pemrograman
  6.  Akses database yang luas dan transparan
  7.  Tersedia wizard untuk konversi dokumen MS Office
  8.  mudah custom
  9.  User interface yang konsisten antar komponen
Kelemahan : 
  1. OpenOffice cukup boros sumber daya komputer dan selalu membutuhkan komputer dengan spesifikasi yang lumayan tinggi.
  2. Open Office mampu membuka file Microsoft Office namun Microsoft Office versi 2007 kebawah tidak bisa membuka file OpenOffice. Microsoft 2010 keatas dapat membukanya namun kadang berantakan
  3. Tidak ada PageArtBordernya

  • Libre Office

Kelebihan :
  1. Libre Office bisa didownload dan install secara free
  2.  LGPL Public license, sehingga anda bisa menggunakan, memodifikasi, dan menggandakannya secara gratis
  3.  Dukungan support penuh secara gratis dari komunitas free user support maupun developer support
  4.  Libre Office merupakan open source community-driven project, artinya setiap orang bisa ikut mengembangkan LibreOffice 
  5.  Memiliki fitur yang hampir sama dengan Microsoft Office
  6. Dapat membuka dokumen yang dibuat di Microsoft Office
Kelemahan :
  1.  Terdapat beberapa letak tombol dan fungsi yang berbeda dengan microsoft office, sehingga anda perlu sedikit penyesuaian dalam menggunakannya.
  2.  Dalam membuka file yang memiliki format microsoft office (.doc, .xls, .ppt dsb) terkadang berantakan

  • WPS Office

Kelebihan : 
  1. Aplikasi ini terbilang kecil untuk dapat membuka dan membuat dokumen doc, doxc, ppt, pptx, xls, xlsx, txt, pdf, dan lain-lain
  2. Kompatibel penuh dengan Ms Word, Excel, dan PowerPoint
  3. Menggunakan pintasan keyboard yang hampir sama dengan Microsoft Office
  4. Theme, warna tema (terdapat 6 pilihan warna tema, yaitu abu-abu, hijau, biru, merah, ungu, dan hijau kebiru-biruan tua)
  5. Dukungan penuh untuk pencetakan tanpa kabel
  6. tersedia fitur tab mengizinkan pengguna untuk membuka dokumen lebih dari 1 secara bersamaan
Kekurangan :
  1. Sering terjadi fitur error
  2. Untuk versi unstable sering terjadi bug

  • Abiword

Kelebihan :
  1. Ukurannya sangat kecil 
  2. Hemat sumber daya
Kekurangan : 
  1. Fitur tidak selengkap aplikasi office lainnya di linux
  2. banyak bug dan mudah crash

  • Gnumeric


Kelebihan :
  1. Ukurannya cukup kecil
  2. memiliki fitur yang cukup lengkap
  3. interface cukup mirip microsoft office
Kekurangan :
  1. banyak bug
  2. dokumen yang dibuat sering berantakan jika dibuka dengan aplikasi office lain
    Sekian saja artikel saya kali ini tentang software software office yang ada di linux, dan ingat software software diatas adalah free dan jika mau fitur yang lebih banyak dan mau ikut mengembangkan software opensource anda dapat melakukan donasi pada software software diatas. Semoga bermanfaat...

    Reviewer: FajarYusuf.Com
    ItemReviewed: Linux : Daftar Aplikasi Perkantoran Untuk Linux

    Tuesday, April 23, 2019

    Linux : Macam-macam File Manager di Linux

    File manager yang ada di linux khususnya Desktop sangat banyak sampai belasan jumlahnya namun disini saya hanya menjelaskan beberapa file manager yang Familiar di mata user linux desktop seperti:

    Nautilus

    Nautilus adalah File manager Default Ubuntu atau Desktop Unity , nautilus adalah file manager yang mudah, user friendly, cukup indah dan sangat cocok untuk pemula. namun Nautilus tidak memiliki banyak tools 


    Nemo

    Nemo adalah file manager resmi untuk sistem operasi Linux Mint untuk desktop Cinnamon. nemo mirip dengan nautilus namun ada fitur-fitur yang di hapus nautilus ada yang di hapus di nemo.


    Dolphin

    Dolphin adalah file manager yang  bebas/gratis dan open source termasuk dan termasuk file manager default selain konqueror untuk Desktop KDE. Dolphin juga termasuk File manager defult Os fedora


    Konqueror

    Konqueror adalah file manager bawaan Desktop KDE


    Thunar

    Thunar adalah file manager baru yang modern untuk Desktop XFCE. . Antarmuka pengguna yang bersih dan intuitif, dan tidak membingungkan. Thunar cepat dan responsive dengan baik waktu start up dan waktu buka folder.


    PacmanFM

    PCMan File Manager) adalah file manager yang dikembangkan oleh Hong Jen Yee dari Taiwan yang dimaksudkan untuk menjadi pengganti untuk Nautilus, Konqueror dan Thunar. Yang dirilis dibawah lisensi GNU General Public, PCManFM adalah File manager gratis. PCManFM adalah manajer file standar di Desktop LXDE


    Krusader

    Krusader adalah file manager yang memiliki dua panel secara default. Krusader adalah file manager yang ada di Desktop KDE
    Tool-tool Krusader :
    • Penanganan arsip yang luas
    • Mendukung sistem mount
    • Transfer file dengan (S) FTP
    • Modul pencarian lanjutan
    • Menampilkan internal dan Editor
    • sinkronisasi direktori
    • Perbandingan isi file
    • mengubah nama dengan cepat
    • Dan masih banyak lagi ...


    Pantheon File manager

    Pantheon file manager adalah file manager yang simple dan cantik dan menjadi default Distro Linux Elementary OS dan Desktop Pantheon




    Saya sendiri memakai Pantheon file manager karena saya menggunakan Elementary OS Freya 

      Reviewer: FajarYusuf.Com
      ItemReviewed: Linux : Macam-macam File Manager di Linux

      Linux : Cara Install Unity 8 Desktop Preview di Ubuntu

      Unity 8
      Jika kamu telah mengikuti berita, Ubuntu akan beralih ke layar Server Mir bersama dengan Unity 8 desktop. Sementara itu masih tidak yakin apakah Unity 8 berjalan pada Mir akan tersedia di Ubuntu 15.10 Willy Werewolf, versi preview Unity 8 tersedia bagi kamu untuk mencoba dan menguji. Dengan PPA resmi, itu benar-benar mudah untuk memasang Unity 8 di Ubuntu 14.04, 14.10 dan 15.04.

      Sampai saat ini, pratinjau desktop Unity 8 ini telah tersedia melalui ISO untuk (terutama) pengembang untuk menguji itu. Tapi Canonical telah membuat Unity 8 tersedia melalui LXC kontainer. Dengan menggunakan metode ini kamu mendapatkan Unity 8 desktop Session berjalan di Mir layar server sebagai lingkungan desktop. Ini seperti seolah-olah kamu melakukan install desktop Mate di Ubuntu dan memilih sesi desktop dari layar LightDM login.

      Dan Unity 8 akan resmi hadir di ubuntu 16.04 mungkin karena Ubuntu 16.04 adalah versi LTS yang memiliki dukungan yang panjang dan Unity 8 akan hadir di versi Desktop, Tablet dan Smartphone Ubuntu Touch dan akan menyaingi windows 10.

      Instal Unity 8 desktop Ubuntu

      Langkah 1: Install Unity 8 di Ubuntu 12.04 dan 14.04
      Jika kamu menjalankan Ubuntu 12.04 dan 14.04, kamu harus menggunakan PPA resmi untuk melakukan install Unity 8. Gunakan perintah berikut :

      sudo apt-add-repository ppa:unity8-desktop-session-team/unity8-preview-lxc
      sudo apt-get update
      sudo apt-get upgrade
      sudo apt-get install unity8-lxc 

      Langkah 1: Install Unity 8 di Ubuntu 14.10 dan 15.04
      Jika kamu menjalankan Ubuntu 14.10 atau 15.04, Unity 8 LXC sudah tersedia didalam sources. kamu hanya perlu menjalankan perintah berikut :

      sudo apt-get update
      sudo apt-get install unity8-lxc

      Langkah 2: Mengatur Unity 8 desktop Preview LXC
      Setelah kamu melakukan install Unity 8 LXC, saatnya untuk mengatur itu. Gunakan perintah berikut untuk tujuan ini:
      sudo unity8-lxc-setup
      Ini akan memakan waktu dalam mengatur, sehingga kamu harus memiliki kesabaran. Proses ini akan melakukan download ISO dan kemudian mengekstraknya. Ini juga akan melakukan install versi modifikasi dari LightDM. Setelah semuanya selesai, restart diperlukan.

      Langkah 3: Pilih Unity 8
      Setelah restart, pada layar login, klik pada ikon Ubuntu di samping nama login kamu :

      Memilih Unity 8

      kamu akan melihat pilihan untuk Unity 8 di sini. Pilih :

      Memilih Unity 8

      Cara Uninstall Unity8 :

      kamu hanya perlu menginput perintah berikut pada terminal :

      sudo apt-get remove unity8-lxc
      Semoga bermanfaat.

      Reviewer: FajarYusuf.Com
      ItemReviewed: Linux : Cara Install Unity 8 Desktop Preview di Ubuntu

      Linux : Tiga Cara Memformat Flashdisk di Ubuntu

      Linux : Tiga Cara Memformat Flashdisk di Ubuntu
      Pengguna Ubuntu pemula mungkin masih bingung tentang cara melakukan format flashdisk. Coba-coba klik kanan di flashdisk, eh, tidak ada tulisan Format. Yah, fungsi format di Ubuntu mungkin memang tidak terintegrasi dengan file manager-nya. Diperlukan ketelitian dan kesabaran untuk mencarinya. Sebenarnya ada cara mudah untuk mengetahuinya, yaitu dengan mengetikkan keyword "cara format flashdisk di Ubuntu" di Google, lalu Anda membuka artikel ini ketika menemukannya pada halaman pertama hasil pencarian.

      Seperti itulah harapan saya ketika menulis artikel ini, dapat membantu pengguna Ubuntu yang baru dan ingin mengetahui cara melakukan format flashdisk. Pada artikel ini, saya langsung memaparkan tiga cara yang berbeda mengenai cara melakukan format flashdisk di Ubuntu. Saya menyertakan tutorial lengkap beserta kelebihan dan kekurangan metode tersebut supaya Anda bisa memilih metode yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan Anda.
      Sebelumnya, pastikan flashdisk sudah terpasang dengan benar pada perangkat Ubuntu Anda.
      Baiklah. Pertama-tama saya ingin memaparkan cara tradisional di Ubuntu, yaitu...
      1. Menggunakan Terminal
      2. Inilah cara yang lazim digunakan sesepuh Ubuntu dan distro Linux lainnya. Yang Anda butuhkan hanyalah Terminal.
        • Tahap pertama, bukalah Terminal (a.k.a. Command Prompt di Ubuntu). Anda bisa menggunakan berbagai cara. Salah satu cara yang menurut saya paling mudah adalah dengan menggunakan kombinasi tombol Ctrl + Alt + T.
        • Setelah jendela Terminal terbuka, masukkan perintah berikut.
          sudo fdisk -l
          Anda akan diminta memasukkan password. Masukkan password sistem, lalu tekan Enter.
          Fdisk
          Catatan: ketika Anda mengetikkan password, pada layar tidak akan muncul apapun. Jadi, pastikan password yang Anda ketikkan benar. Jika Anda merasa ada yang salah atau kurang yakin, tekan saja Enter. Anda akan diminta memasukkan password lagi.
        • Setelah berhasil memasukkan password, Anda akan melihat beberapa tulisan yang ditampilkan. Anda bisa melihat alamat dari flashdisk Anda. Pada contoh kali ini, flashdisk saya berada pada alamat /dev/sdb1.

        • Daftar Drive
        • Pastikan flashdisk Anda tidak dalam keadaan terkait (a.k.a. ter-mount). Cara mengecek apakah flashdisk Anda terkait adalah dengan melihat pada Nautilus (file explorer-nya Ubuntu). Jika di samping nama flashdisk Anda terdapat tanda panah mengarah ke atas, berarti flashdisk tersebut sedang terkait.

          Disk Termount
          Untuk melepasnya, masukkan perintah berikut pada Terminal.
          sudo umount "alamat_flashdisk"

          Melepas Kaitan Flashdisk
          Keterangan: ganti "alamat_flashdisk" dengan alamat flashdisk yang Anda inginkan. Pada contoh kali ini alamat flashdisk adalah /dev/sdb1. Jadi, perintah yang dimasukkan adalah sudo umount /dev/sdb1.
        • Setelah flashdisk berhasil dilepaskan kaitannya, tahap selanjutnya adalah mem-format-nya. Masukkan perintah berikut di Terminal.
          sudo mkfs.vfat "alamat_flashdisk"
          Seperti pada langkah sebelumnya, gantilah "alamat_flashdisk" dengan alamat flashdisk yang Anda inginkan. Pada contoh kali ini alamat flashdisk adalah /dev/sdb1. Jadi, perintah yang dimasukkan adalah sudo mkfs.vfat /dev/sdb1.
          Yang juga perlu diperhatikan adalah vfat pada baris kode di atas memiliki maksud untuk mem-format flashdisk menjadi FAT. Bila ingin mem-format flashdisk dengan format yang lain, maka tinggal mengganti vfat dengan format yang diinginkan, semisal ext2, ext3,ext4, ntfs, hfs, dan lain sebagainya.

        • mkfs
        Tunggulah proses hingga selesai. Ketika proses sudah selesai dan tidak ada pesan error, maka proses format telah berhasil dilakukan.

        mkfs Sukses
        Metode di atas tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah kelebihan dan kekurangannya.
        Kelebihan: Ringan, tidak memerlukan instalasi tambahan, membutuhkan autentikasi.
        Kekurangan: Harus mengetikkan perintah, tampilan kurang menarik, harus tahu secara akurat flashdisk yang akan di-format.
        Metode selanjutnya tetap menggunakan aplikasi bawaan saat Ubuntu terpasang, yaitu dengan...
      3. Menggunakan Disks
      4. Cara kedua ini menurut saya paling mudah. Anda juga tidak perlu melakukan install aplikasi tambahan.
        • Pertama-tama, bukalah program Disks. Jika Anda menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa sistem, namanya menjadi Diska.
          :v
          Entah bagaimana tingkah penerjemah Ubuntu hingga bisa menjadi seperti itu.
          Anda bisa membukanya dengan cara menekan tombol Super (a.k.a. tombol Windows) atau klik logo Ubuntu di pojok kiri atas layar untuk membuka Dash. Pada kotak pencarian input Disk. Bila aplikasi tersebut sudah terlihat, klik saja icon-nya.

        • Disks
        • ketika program tersebut sudah terbuka, klik flashdisk yang Anda inginkan. Pada contoh kali ini saya menggunakan T*SHIBA TransMemory 7,8 GB.

        • Drive Pada List
        • Setelah itu, klik lambang roda gigi (a.k.a. gear) seperti pada gambar berikut ini. Lalu klik menu Format..., tentu saja seperti yang terlihat pada gambar berikut ini.

        • Menu Format
        • Ketika jendela Format Volume telah terbuka, Anda bisa mengatur metode penghapusan yang digunakan. Pada contoh kali ini saya menggunakan Jangan timpa data yang ada, supaya prosesnya cepat. Setelah itu, pilih format flashdisk tersebut nantinya. Pada contoh kali ini saya menggunakan FAT karena banyak OS yang mendukung format ini. Setelah itu, Anda dapat memberi nama flashdisk Anda pada kotak pengisian yang paling bawah.

        • Konfigurasi Pem-format-an
        • Setelah semuanya sesuai dengan selera Anda, klik Format... untuk memulai proses format.

        • Tombol Format
        • Jika muncul jendela yang menanyakan apakah Anda yakin, klik Format lagi. Tetapi jika Anda tidak yakin akan melakukan format, silahkan dibatalkan saja dengan melakukan klik tombol Batal.

        • Konfirmasi Pemformatan
        Proses format akan berjalan seperti pada gambar di bawah ini.

        Proses Pem-format-an
        Jika proses format berjalan mulus, maka tampilan akan menjadi seperti pada gambar di bawah ini.

        Pem-format-an Berhasil!
        Selamat! proses format telah berhasil dilakukan.
        Saya lebih suka menggunakan metode kedua ini dibandingkan dengan metode lain pada tutorial kali ini karena mudah. Meskipun begitu, metode ini juga memiliki kekurangan. Berikut Kelebihan dan kekurangan metode nomor dua menurut saya.
        Kelebihan: Tidak memerlukan instalasi tambahan, merek flashdisk diperlihatkan, mudah dipahami, tidak perlu melakukan unmount terlebih dahulu.
        Kekurangan: Tidak ada autentikasi sehingga rentan disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
        Metode selanjutnya adalah dengan menggunakan aplikasi tambahan, yaitu dengan...
      5. Menggunakan gParted
      6. Metode kali ini menggunakan gParted, aplikasi yang populer untuk melakukan management berbagai macam disk, mulai dari flashdisk sampai dengan harddisk. Berikut adalah langkah-langkahnya.
        • berhubung program yang digunakan pada tutorial kali ini adalah gParted, maka bukalah gParted seperti biasa. Seperti pada cara membuka program Disks pada metode nomor dua di atas. Buka Dash, input gParted pada kotak pencarian, lalu klik icon-nya. Jika Anda belum meng-install-nya, install gParted terlebih dahulu.

        • gParted
        • Berbeda dengan pada metode kedua, pada metode kali ini Anda diharuskan memasukkan password saat awal membuka program ini. Masukkan password sistem Ubuntu Anda, lalu tekan Enter.

        • Autentikasi
        • Setelah jendela gParted terbuka, klik logo harddisk pada pojok kanan atas jendela program. Berikutnya akan muncul daftar disk yang tersedia. Pilihlah flashdisk yang Anda inginkan. Pada contoh kali ini, saya menargetkan /dev/sdb sebagai disk yang akan saya format.

        • Memilih Disk
        • Seperti pada metode pertama, pada metode ketiga ini Anda diwajibkan melepaskan kaitan flashdisk terlebih dahulu. Anda bisa cek dengan melihat apakah ada tanda kunci di samping alamat disk tersebut. Jika ada, lepaskan dulu kaitan dengan melakukan klik kanan disk tersebut, lalu pilih Lepas Kaitan.

          Unmount Disk
          Jika ternyata tidak ada gambar kuncinya, Anda bisa langsung menuju ke langkah berikutnya.
        • Klik kanan lagi pada disk yang ingin Anda format, kemudian pilih Format jadi.

        • Menu Pem-format-an
        • Anda bisa memilih format disk Anda setelah di-format. Pada contoh kali ini saya ingin format menjadi NTFS, jadi saya melakukan pilihan tersebut.

        • Memilih format
        • Jika sudah, klik tanda centang yang berada pada barisan toolbar program. Icon tersebut bertujuan untuk menerapkan (a.k.a. apply) semua operasi yang telah Anda lakukan.

        • Apply
        • Jika Anda menemui jendela yang meminta konfirmasi dan ingin melanjutkan, klik saja Terapkan. Namun, jika Anda tidak yakin, klik saja Batal.

        • Konfirmasi Lagi
        Tunggulah proses proses format hingga selesai.

        Proses Formatting
        Jika muncul jendela seperti di bawah ini, berarti proses format berhasil dan selesai dilaksanakan.

        Formatting berhasil
        Anda bisa cek dengan melihat hasilnya pada jendela gParted tersebut.

        Pemformatan Dengan gParted Sukses
        Metode ini membutuhkan instalasi program tambahan, yang tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Berikut adalah kekurangan dan kelebihannya menurut pengamatan saya.
        Kelebihan: Membutuhkan autentikasi, tidak perlu menggunakan keyboard sama sekali.
        Kekurangan: Membutuhkan instalasi terlebih dahulu, harus meng-unmount flashdisk terlebih dahulu, termasuk cara dengan proses paling ribet, informasi disk kurang rinci.
      Setelah mempelajari tutorial-tutorial di atas, semoga Anda terbantu untuk memilih memilih metode yang paling sesuai dengan keinginan Anda. Dan yang paling penting, Anda sudah tahu caranya melakukan format flashdisk di Ubuntu.

      Meskipun judul dan isi tutorial kali ini saya menggunakan flashdisk sebagai objek, pada praktiknya Anda bisa menggunakan harddisk maupun disk lain sebagai target operasinya. Silahkan bereksperimen untuk mengetahuinya lebih lanjut.
      Semoga tutorial kali ini bermanfaat. Jika Anda merasa ada masalah atau juga kesulitan, silahkan ajukan pertanyaan pada kolom komentar. Saya dan teman-teman akan siap membantu.

      Reviewer: FajarYusuf.Com
      ItemReviewed: Linux : Tiga Cara Memformat Flashdisk di Ubuntu

      Linux : Mengatasi Debian yang tidak bisa mendeteksi touchpad

      Linux merupakan sistem operasi open source yang memiliki banyak varian dan aplikasi. Banyaknya varian linux dikarenakan oleh sifat linux itu sendiri yang opensource sehingga kita diberi kesempatan untuk mengeditnya sesuai keinginan.

      Dikarenakan sifatnya yang open source inilah linux memiliki banyak turunan seperti Linux Debian, Puppy, Redhat, Slackware dan lain lain. Di linux tersedia banyak sekali pusat perangkat lunak seperti Ubuntu Software Center, Apper, Synaptic Package Manager dan sebagainya.

      Untuk yang suka berbasis teks kita dapat menggunakan Terminal. Menggunakan terminal sebenarnya juga sangat mudah kita tinggal mengetikan apt-get instal nama_aplikasi pada mode root dengan koneksi internet, atau dapat juga dengan perintah dpkg pada mode root dengan tanpa koneksi internet.

      Namun dibalik kelebihan yang dimilikinya, Linux juga memiliki kekurangan yang diantaranya seringnya terjadi kesalahan dalam mendeteksi perangkat sehingga kadang perangkat yang terhubung ke PC kita tidak dapat terdeteksi. Di Linux, khususnya Linux Debian perangkat yang paling sering bermasalah adalah touchpad.

      Touchpad di Debian sering kali tidak bisa terdeteksi dan kalaupun bisa seringkali touchpad kita tidak bisa digunakan untuk klik kiri ataupun klik kanan. Hal ini juga terjadi pada saya, touchpad di notebook saya tidak bisa digunakan untuk klik kiri ataupun klik kanan. Hal ini tentu sangat merepotkan bagi saya. Setelah saya bergentayangan di internet akhirnya saya menemukan solusinya dan solusinya juga cukup mudah. Inilah solusi untuk Debian yang tidak bisa klik kanan dan kiri. Oiya notebook saya yang error ini adalah ASUS 1215 P tapi cara ini juga bekerja kok untuk laptop atau notebook tipe lain.

      1. Buka Terminal
      SS Terminal
      Langkah pertama yang dilakukan adalah buka terminal. Saya yakin tentunya anda semua sudah tau dong bagaimana caranya buka terminal.

      2. Masuk ke mode root
      SS Root Terminal

      Langkah kedua adalah masuk ke root. Cara untuk masuk ke root adalah dengan cara mengetikan perintah SU kedalam terminal lalu enter. Setelah itu akan muncul perintah masukan password root, nah anda dapat memasukan password root yang anda buat saat anda instal Linux Debian.

      3. Ketikan Perintah
      sudo modprobe -r psmouse " tanpa tanda kutip kedalam terminal
      SS Terminal Fix Touchpad

      4. Yang terakhir adalah ketikan perintah
      sudo modprobe psmouse proto=imps
      SS Terminal Fix Touchpad Komando 2

      Dan akhirnya touchpad di Linux Debian pun dapat digunakan untuk klik kanan dan kiri lagi.

      Reviewer: FajarYusuf.Com
      ItemReviewed: Linux : Mengatasi Debian yang tidak bisa mendeteksi touchpad

      TENTANG SITUS

      SITUS INI ADALAH SITUS PEMBELAJARAN PEMROGRAMAN DAN JUGA PEMAHAMAN TERHADAP TEKNOLOGI KOMPUTER. KALIAN BISA MENGIKUTI PEMBELAJARAN PEMROGRAMAN DENGAN BERTAHAP PADA MATERI YANG SUDAH SAYA SEDIAKAN, JIKA ADA MATERI YANG MEMBINGUNGKAN SILAKAN LAKUKAN KOMENTAR PADA MATERI YANG ANDA TANYAKAN ATAU KALIAN BISA MENGHUBUNGI SAYA DIHALAMAN KONTAK.