Thursday, February 14, 2019

Know Your Dialog Window in Javascript Programming

Know Your Dialog Window in Javascript Programming
In the earlier material , you've learned how to display the output on Javascript programming.

One of them is by using the function alert () . Function alert () is a function that can show both output in the dialog window.

Before issuing the output must be input, there are two ways we can do to take inputs:
  • The first way: Using form.
  • The second method: Using the dialog window.

In this matter we will discuss the second way is by using the dialog window.

Dialog window is a window that can be used to interact with the user.

There are three kinds of dialog window in Javascript:
  • Dialog window alert () ;
  • Dialog window confirm () ;
  • Dialog window prompt () ;

The dialogue has a different way and use each.

Let's discuss them one by one.

Alert Dialog Window

Dialog alert () is usually used to display a warning message or information that appears in a pop-up browser.

Function alert () within the window object.

We can write fatherly can use it like this:
window.alert("Learn Javascript FajarYusuf.com");
Or like this:
alert("Learn Javascript FajarYusuf.com");
Since the beginning of the window object is an object that global backwardly, we can not write it.

Dialog alert () will not return any value when executed.

Please try the following code, you may write to create a .html file, or it can be run through HTML editor FajarYusuf.com :

<!DOCTYPE html>
<html>
     <head>
         <title> Example Dialog Alert </title>
     </head>
     <body>
     <script>
         alert ("Welcome to the FajarYusuf.Com Javascript tutorial");
     </script>
     </body>
</html>


The result:
Know Your Dialog Window in Javascript Programming

Dialog alert () has loaded parameter above should be given in the form of text to be displayed in the dialog that appears in a pop-up window.

In the above example, we give the text "Welcome to the FajarYusuf.Com  Javascript tutorial".

And if you ask how to display a dialog alert () on certain events, for example on a click event or when a button is clicked?

This can be done by adding a dialog function in the event listener.

In HTML, we can put the function alert () on the attribute onclickso that it will be displayed when an element present in the onclick clicked.

Coding example:

<!DOCTYPE html>
<html>
    <head>
        <title>Belajar Dialog Alert</title>
    </head>
    <body>
        <button onClick="alert('Kamu sudah menekan Tombolnya!')">Klik Ini</button>
    </body>
</html>


The result:
Know Your Dialog Window in Javascript Programming
Dialog window of alerts will appear when the button is clicked


Confirm Dialog Window

Dialog confirm ()  is needed to confirm the specific action.

For example, when we approve something going action we take, it will be better if we show the dialog confirm () . Because if no such action would be dangerous.

Dialogue can be made to confirm the function confirm () .

Writing Sample:
confirm ( "Are you sure you want to delete your status?");
Dialogue confirm () will return true when we choose the OK button and returns a false value when we choose Cancel.

This return value can be disposed within the variable to be processed.

Example code:

<!DOCTYPE html>
<html>
     <head>
         <title> Learning Confirm Dialog </title>
     </head>
     <body>
     <script>
         var sure = confirm ("Are you sure you want to go to the FajarYusuf.Com main page?");
         if (sure) {
             window.location = "https://www.fajaryusuf.com";
         } else {
             document.write ("Ok, you still want it here :)");
         }
     </script>
     </body>
</html>


The result:
Know Your Dialog Window in Javascript Programming

Prompt Dialog Window

Dialog prompt ()  usually serves to take an input from the user.

Dialog prompt () will return a string value of what was entered by the user.

Example code:
<!DOCTYPE html>
<html>
    <head>
        <title>Learning Dialog Promp</title>
    </head>
    <body>
    <script>
        var name = prompt("Hello who are you?", "");
        document.write("<p>Hello "+ name +"</p>");
    </script>
    </body>
</html>


The result:
Know Your Dialog Window in Javascript Programming


Dialog prompt () has two requirements for parameters that must be given:

  • Text to be displayed on the form.
  • The default value for the input field.
In the coding example above, we provide its default value is an empty string in quotation marks "".


Conclusion


When is the right time to use Dialogue Alert, Confirm, and Prompt?
Based on the examples that have been described above, we can know when it is appropriate to use the alert (), confirm () and prompt ().

When we only want to display information without expecting something in return users, then use the alert ().

When we want to get the answer confirmation from the user, then use confirm ().

And when we want to retrieve data from the user input text, then use the prompt ().

Wednesday, February 13, 2019

Apa Itu Microservice?

Apa Itu Microservice
Apa kalian sudah mengenal Microservice?

Kalo kata developer jaman sekarang, kalo nggak kenal sama microservices itu gak gaul, kok gak gaul? kenapa emangnya??

Alasannya sederhana karena lagi ngehit banget microservices ini, selain itu microservices juga dapat membantu developer dalam membuat aplikasi yang high performance, scalable, reliable dan secure.

Sebelum masuk ke ranah Microservices itu sendiri, saya akan membahas software arsitektur jaman DULU dan masih digunakan sampai saat ini , yaps itu adalah Monolitik Arsitektur.

Apa Lagi Itu Monolitik Arsitektur?

Seperti namanya “Mono” yang berarti satu , monolitik arsitektur merupakan sebuah arsitektur dimana dalam pembuatan aplikasi. semua komponen menjadi satu kesatuan.

Dalam hal ini satu kesatuan berarti menyatukan antara front-end dan backend dalam satu tempat kerja aplikasi yang sama.

Sebagai contoh yaitu aplikasi enterprise
Apa Itu Microservice?

Aplikasi Enterprise dibangun dalam tiga bagian: database , client-side, dan server-side. Dimana Server-side akan menangani request HTTP kemudian menjalankan beberapa logika sesuai dengan domain, kemudian mengambil dan memperbarui data dari database, dan mengurim data tersebut ke sisi client-side.

Nah itulah yang disebut dengan Monolitik, dan ada beberapa penyalah gunaan arsitektur ini yaitu MENULIS QUERY LANGSUNG DI CLIENT-SIDE , hayooo ngaku siapa yang pernah atau justru sering hehe

Lalu kekurangan aplikasi monolitik itu apa sih?
  1. Ketika aplikasi menjadi besar (banyak yang akses) peforma akan menurun (kecuali punya banyak duit buat bayar server yang lebih bagus LOL)
  2. Ketika akan merubah teknologi pada aplikasi maka akan merubah secara keselutuhan aplikasi.
  3. Jika terjadi error pada salah satu fungsi maka akan mempengaruhi keselutuhan aplikasi.

Kelebihan
  1. Mudah dibangun
  2. Mudah di uji
  3. Mudah di deploy ke server atau cloud

Jadi, Apa sih Microservice Itu?

Microservices berarti membagi aplikasi menjadi layanan yang lebih kecil dan saling terhubung tidak seperti aplikasi monolitik. Setiap microservice merupakan aplikasi kecil yang memiliki arsitektur heksagonal sendiri yang terdiri dari logika beserta berbagai adapternya (bahasa pemrograman, dll).

Pola arsitektur Microservice secara signifikan mempengaruhi hubungan antara aplikasi dan database. Alih-alih berbagi skema database tunggal dengan services lainnya, masing-masing services memiliki skema database tersendiri. Di satu sisi, pendekatan ini bertentangan dengan gagasan model data enterprise-wide. Selain itu, sering kali menghasilkan duplikasi beberapa data. Namun, memiliki skema database per service sangat penting jika ingin mendapatkan keuntungan dari layanan microservice. Masing-masing service memiliki database sendiri. Selain itu, services dapat menggunakan jenis database dan bahasa pemrograman yang paling sesuai dengan kebutuhannya.


Apa Itu Microservice?

Jadi intinya microservice yaitu membagi service ke bagian yang lebih kecil dimana service — service tersebut saling berhungan satu sama lain.Selain itu, dalam setiap services yang dibuat bisa menggunakan teknologi yang berbebeda.

Sedangkan untuk implementasi ke web, android, iOS dll tidak bisa secara langsung. Dimana kita harus membuat terlebih dahulu yang namanya API Gateway. API Gateway memiliki tugas seperti load balancing, caching, access controll , API metering, dan monitoring.

Kelebihan Microservice
  1. Aplikasi scalabale, secure dan reliable
  2. Setiap service berdiri sendiri
  3. Maintence-nya lebih mudah
  4. Tidak ada hambatan dalam menggunakan teknologi baru
  5. Setiap tim developer dapat mengembangkan setiap services-nya tanpa ada mengganngu services yang lain

Kekurangan
  1. Ketika satu entity pada database berubah maka setiap entity yang sama di setiap database service harus diubah
  2. Untuk beberapa kasus , sulit untuk menerapkan perubahan services jadi perlu perancangan yang matang.
  3. Deployment yang kompleks, perlu konfigurasi untuk menjalankan setiap services karena memiliki runtime yang berbebda, tidak seperti aplikasi monolitik tinggal upload , deploy dan beres.
  4. Perlu automation yang tinggi dalam melakukan deployment.
  5. Setiap arsitektur memiliki kelebihan dan kekurangan masing - masing, sepeti halnya kita manusia :)


Sekian yang bisa saya bagikan, jika ada pertanyaan, sanggahan atau kesalahan silahkan tulis komentar anda di kolom komentar. Soalnya saya juga sedang belajar :).

Tuesday, February 12, 2019

Mengenal Jendela Dialog pada Pemrograman Javascript

Mengenal Jendela Dialog pada Pemrograman Javascript
Pada materi sebelumnya, kamu sudah belajar bagaimana caranya menampilkan output pada  pemrograman Javascript/

Salah satunya yaitu dengan menggunakan fungsi alert(). Fungsi alert() adalah sebuah fungsi yang bisa menampikan ouput pada jendela dialog.

Sebelum mengeluarkan output pasti ada input, ada dua cara yang bisa kita lakukan untuk mengambil inputnya :
  • Cara yang pertama : Menggunakan form.
  • Cara yang kedua : Menggunakan jendela dialog.

Pada materi ini kita akan membahas cara yang kedua yaitu dengan menggunakan jendela dialog.

Jendela dialog adalah jendela yang dapat digunakan untuk berinteraksi dengan pengguna.

Ada tiga macam jendela dialog pada Javascript:
  • Jendela dialog alert();
  • Jendela dialog confirm();
  • Jendela dialog promp();

Ketiga dialog ini mempunyai cara dan kegunaan yang berbeda masing-masing.

Mari kita bahas satu persatu.

Jendela Dialog Alert

Dialog alert() biasanya digunakan untuk menampilkan sebuah pesan peringatan atau informasi yang muncul pada browser berupa pop up.

Fungsi alert() berada dalam objek window.

Kita bisa menulisnya unutk dapat menggunakannya seperti ini:
window.alert("Javascript FajarYusuf.com");
Atau seperti ini:
alert("Javascript FajarYusuf.com");
Karena objek awal yaitu window merupakan objek yang berisfat global, kita boleh tidak menulisnya.

Dialog alert() tidak akan mengembalikan nilai apapun saat dieksekusi.

Silakan coba coding berikut, kalian boleh menulisnya dengan membuat file .html, atau bisa coba melalui Editor HTML FajarYusuf.com :

<!DOCTYPE html>
<html>
    <head>
        <title>Contoh Dialog Alert</title>
    </head>
    <body>
    <script>
        alert("Selamat datang di tutorial Javascript FajarYusuf.Com");
    </script>
    </body>
</html>


Hasilnya:
Mengenal Jendela Dialog pada Pemrograman Javascript

Dialog alert() memiliki sarat perameter yang harus diberikan, yaitu berupa teks yang akan ditampilkan pada dialog yang muncul pada jendela pop up.

Pada contoh di atas, kita memberikan teks "Selamat datang di tutorial Javascript FajarYusuf.Com".

Dan jika anda bertanya bagaimana caranya menampilkan dialog alert() pada event-event tertentu, misalnya pada event klik atau saat sebuah tombol diklik?

Ini bisa dilakukan dengan cara menambahkan fungsi dialog pada event listener.

Pada HTML, kita bisa memasukan fungsi alert() pada atribut onClick agar nanti ditampilkan saat sebuah elemen yang ada didalam onClick diklik.

Contoh Coding:

<!DOCTYPE html>
<html>
    <head>
        <title>Belajar Dialog Alert</title>
    </head>
    <body>
        <button onClick="alert('Kamu sudah menekan Tombolnya!')">Klik Ini</button>
    </body>
</html>


Hasilnya:
Mengenal Jendela Dialog pada Pemrograman Javascript
Jendela dialog dari alert akan tampil saat tombol diklik



Jendela Dialog Confirm

Dialog confirm() sangat diperlukan untuk melakukan konfirmasi dalam melakukan tindakan tertentu.

Misalnya disaat kita menyetujui sesuatu akan tindakan yang kita lakukan, maka akan lebih baik jika kita menampilkan dialog confirm(). Karena jika tidak tindakan tersebut akan berbahaya.

Dialog confirm dapat dibuat dengan fungsi confirm().

Contoh Penulisannya :
confirm("Apakah anda yakin menghapus status anda?");
Dialog confirm() akan mengembalikan nilai true apabila kita memilih tombol OK dan akan mengembalikan nilai false apabila kita memilih Cancel.

Nilai kembalian ini dapat kita tampung didalam variabel untuk diproses.

Contoh Codingnya:

<!DOCTYPE html>
<html>
    <head>
        <title>Belajar Dialog Confirm</title>
    </head>
    <body>
    <script>
        var yakin = confirm("Apakah kamu yakin ingin pergi ke halaman utama FajarYusuf.Com?");
        if (yakin) {
            window.location = "https://www.fajaryusuf.com";
        } else {
            document.write("Ok, kamu masih mau disini :)");
        }
    </script>
    </body>
</html>


Hasilnya:
Mengenal Jendela Dialog pada Pemrograman Javascript



Jendela Dialog Prompt

Dialog prompt() bisanya berfungsi untuk mengambil sebuah inputan dari pengguna.

Dialog prompt() akan mengembalikan sebuah nilai string dari apa yang diinputkan oleh pengguna.

Contoh Codingnya:

<!DOCTYPE html>
<html>
    <head>
        <title>Belajar Dialog Promp</title>
    </head>
    <body>
    <script>
        var nama = prompt("Siapa nama kamu?", "");
        document.write("<p>Hello "+ nama +"</p>");
    </script>
    </body>
</html>


Hasilnya:
Mengenal Jendela Dialog pada Pemrograman Javascript


Dialog prompt() memiliki 2 syarat untuk parameter yang harus diberikan:

  • Teks yang akan ditampilkan pada form.
  • Nilai default untuk field input.
Pada contoh coding di atas, kita memberikan nilai default-nya berupa string kosong dengan tanda petik "".


Kesimpulan


Kapan waktu yang pas untuk menggunakan  Dialog Alert, Confirm, dan Prompt?
Berdasarkan contoh-contoh yang sudah diterangkan di atas, kita bisa mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menggunakan alert(), confirm() dan prompt().

Saat kita hanya ingin menampilkan informasi saja tanpa mengharapkan balasan pengguna, maka gunakan alert().

Saat kita ingin mendapatkan jawaban konfirmasi dari pengguna, maka gunakan confirm().

Dan apabila kita ingin mengambil data inputan teks dari pengguna, maka gunakan prompt().

TENTANG SITUS

SITUS INI ADALAH SITUS PEMBELAJARAN PEMROGRAMAN DAN JUGA PEMAHAMAN TERHADAP TEKNOLOGI KOMPUTER. KALIAN BISA MENGIKUTI PEMBELAJARAN PEMROGRAMAN DENGAN BERTAHAP PADA MATERI YANG SUDAH SAYA SEDIAKAN, JIKA ADA MATERI YANG MEMBINGUNGKAN SILAKAN LAKUKAN KOMENTAR PADA MATERI YANG ANDA TANYAKAN ATAU KALIAN BISA MENGHUBUNGI SAYA DIHALAMAN KONTAK.

https://smallseotools.com/