Monday, March 11, 2019

Teks Cerpen Pendidikan : Pesan itu masih ada

Teks Cerpen Pendidikan : Pesan itu masih ada

Hai Pembaca FajarYusuf.Com yang pintar dan berwawasan tinggi, Untuk kali ini saya mohon maaf tidak post tutorial pemrograman dulu kali ini FajarYusuf.Com akan post Teks Cerpen Pendidikan : Pesan itu masih ada yang bisa kamu baca dan kamu bisa ambil hikmah dan nasehat pendidikan didalamnya ..

Teks Cerpen pendidikan : Pesan Itu Masih Ada


Debu itu terus melayang-layang mengikuti hembusan angin. Suara gesekan lembut dengan perlahan menyentuh ranting-ranting pohon tanpa daun.  Dengan kencangnya, udara panas tadi memaksa masuk ke sudut perkampungan. Membuat perkampungan itu terasa tak bernyawa. Air yang turun di musim hujan, tidak mampu lagi bertahan lama. Yang tersisa hanya tanah kering penuh retakan. Bagaikan butiran pasir yang selalu di lalap api tak pernah berhenti.

Kampung itu memiliki warga yang gigih dalam bekerja, warga yang selalu berusaha keras untuk mendapatkan uang demi tuntutan sesuap nasi bagi keluarganya. Tak ada kata menyerah dalam diri mereka. Bahkan panas dan hujan, tidak menjadi halangan dalam bekerja. Mereka bukanlah seorang Dokter, Pengusaha, atau para Koruptor. Mereka hanyalah seorang pemulung yang berjuang untuk hidup dan pergi ke kota untuk mengambil sisa-sisa sampah.

Dulu, perkampungan ini memiliki tanah yang subur. Air tersimpan dengan banyak dan warganya sejahtera. Mereka bekerja sebagai petani. Dan air mengalir ke sawah-sawah tanpa hambatan. Namun, kehidupan mereka kini terambil oleh para penguasa tak berperasaan. Tanah mereka di jual ke pihak asing tanpa kesepakatan terlebih dahulu. Pohon di tebang secara membabi buta. Sekarang mereka sedang berjuang untuk hidup, dengan harapan bahwa hidup ini mungkin akan berubah. Sungguh ironi nasib bangsa ini.

SELALU YAKIN, itulah isi dari hati seorang bapak tua yang sedang mengayuh sepeda dengan tenggorokannya yang kering. Kakinya yang dulu kekar, kini tak berdaya lagi untuk melaju cepat di jalan kering ini. Hembusan napas dengan tergesa-gesa menggambarkan ia sedang terburu-buru. Memang, terlihat anak kecil sedang duduk berpegangan erat ke pinggang ayahnya. Anak itu memakai seragam putih merah. Kira-kira berumur 9 tahun. Jam menunjukan pukul 7.30. Mereka terlambat ke sekolah.
======================
Kehidupan yang sulit ini, memaksa semua warga untuk tetap saling bersahaja. Mereka masih menjunjung tinggi adat istiadat para leluhur dengan sikap toleransi yang tinggi. Namun, kenyataan pahit itu masih terasa oleh mereka. Pendidikan tidak berlaku disini. Sekolah yang ada sejauh 15 Km dari perkampungan. Karena alasan itulah hampir semua anak di kampung ini putus sekolah. Meskipun beberapa orangtua yang masih sadar akan pendidikan.

Angin malam yang dingin sungguh kontras dengan panasnya matahari yang terik di siang hari. Menusuk menjalar ke seluruh tubuh. Selimut tebal tidak cukup hangat untuk menahan dingin nya udara ini. Hanya diam dan menunggu. Menunggu sinar matahari di pagi hari yang mungkin bisa menghangat kan tubuh mereka.

Malam itu Ariel sedang berbicara dengan ayahnya. Mereka berencana untuk membeli buku catatan pelajaran PKN sebelum berangkat sekolah, karena buku sebelumnya telah habis di pakai dari kelas 2 SD. Toko buku itu berada di perkampungan sebelah. Dimana mereka harus memutar arah agar bisa pergi ke perkampungan itu terlebih dahulu. Waktu tempuh sudah mereka perkirakan, yaitu harus bangun lebih awal dari biasanya.

Mereka berbicara dengan penuh kehangatan. Dan menjadi salah satu penghibur mereka di saat hari-hari yang sulit dan melelahkan. Sambil menepuk bahu anaknya, sang ayah berpesan seperti biasanya. Suaranya yang lemah akibat termakan oleh waktu, membuat sang ayah harus berhati-hati dalam berbicara karena takut tersedak. Ariel mendengarkan dengan seksama, sambil mengangguk-angguk terdiam. Pertanda, bahwa perkataan ayahnya sudah tidak asing di telinga Ariel . Ibu Ariel duduk diam di samping radionya yang usang sambil menjahit baju sobek milik sang suami.

Pagi itu, waktu tempuh yang telah di perkirakan meleset jauh. Mereka terlambat ke sekolah akibat ban sepedanya yang bocor. Karena itulah mereka harus menambal terlebih dahulu di rumah. Untung saja, ayah Ariel dengan cekatan secara cepat dapat mengatasinya, sehingga tidak membutuhkan waktu lama.
Dengan tergesa-gesa,  sang ayah terus mengayuh sepeda. Keringat terus mengalir membuat baju rapi nya basah. Sambil membawa buku di tangan, Ariel memegang erat pinggang sang ayah.

Di tengah perjalanan, terlihat seorang anak seumuran Ariel menggendong anak kecil di punggungnya. Gendongan itu tertutupi tas besar yang hampir menutupi setengah tubuhnya yang mungil. Ia adalah Arif, teman sekolah Ariel satu-satunya dari kampung sebelah. Sepeda yang tadi melaju cukup cepat kini berhenti. Dengan tergesa-gesa, sang ayah mencoba mengatur napas untuk bertanya kepada Arif. Seperti biasanya, tutur lembut suara itu terdengar merdu menyejukkan hati. "Nak, kenapa kamu tidak sekolah?", tanya ayah. Arif terdiam sejenak, suara nyaring terdengar lugu "Ayah saya sedang sakit, saya harus memulung". Sang ayah tampak murung dan menunduk menyesal, mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Dengan berat hati,  sepeda pun kembali melaju. Ariel terus melihat Arif, tampak mengecil dan menghilang dari kejauhan.

Perjalanan hampir sampai. Namun kayuhan sepeda menjadi semakin lambat. Dengan lemas, tangan sang ayah memegang erat tangan Ariel . Brughhh !!!.... Sepeda terjatuh dengan tiba-tiba. Sang ayah terbujur kaku tak terusik. Ariel sembari menangis ketakutan mencoba merangkul kepala ayahnya. Wajahnya tampak pucat. Ayahnya sudah tidak bernyawa. Jeritan Ariel memanggil sang ayah menggema membelah udara sepi hamparan ladang luas kala itu. Dalam tangisan nya, Ariel hanya bisa mengingat satu pesan yang selalu di sampaikan ayahnya tiap malam, "tetap lanjutkan sekolahmu nak".

Demikian cerpen pendidikan kali ini.

Jangan Lupa Berikan Komentar Positif di FajarYusuf.Com


Cerita Cerpen yang lain :





Reviewer: Fajar Yusuf
ItemReviewed: Teks Cerpen Pendidikan : Pesan itu masih ada

Seseorang yang ingin membagi pengalaman dan ilmu yang berguna untuk para pembaca FajarYusuf.Com :)

Cobalah untuk memilih Pelajaran Pemrograman dan belajar dari Materi Pertama
EmoticonEmoticon


TENTANG SITUS

SITUS INI ADALAH SITUS PEMBELAJARAN PEMROGRAMAN DAN JUGA PEMAHAMAN TERHADAP TEKNOLOGI KOMPUTER. KALIAN BISA MENGIKUTI PEMBELAJARAN PEMROGRAMAN DENGAN BERTAHAP PADA MATERI YANG SUDAH SAYA SEDIAKAN, JIKA ADA MATERI YANG MEMBINGUNGKAN SILAKAN LAKUKAN KOMENTAR PADA MATERI YANG ANDA TANYAKAN ATAU KALIAN BISA MENGHUBUNGI SAYA DIHALAMAN KONTAK.