Teks Cerpen persahabatan: sebuah janji

Teks Cerpen persahabatan: sebuah janji

Hai Pembaca FajarYusuf.Com yang pintar dan berwawasan tinggi, Untuk kali ini saya mohon maaf tidak post tutorial pemrograman dulu kali ini FajarYusuf.Com akan post Berikut ini adalah sebuah Teks Cerpen persahabatan: sebuah janji kiriman pembaca yang bisa kamu simak sendiri..


Sebuah Janji

"Sahabat selalu ada disaat kita membutuhkannya, menemani kita disaat kita kesepian, ikut tersenyum disaat kita bahagia, bahkan rela mengalah padahal hati kecilnya menangis …"

****

Bel istirahat akan berakhir berapa menit lagi. Vina harus segera membawa buku tugas teman-temannya ke ruang guru sebelum bel berbunyi. Jabatan wakil ketua kelas membuatnya sibuk seperti ini. Gubrak…. Buku-buku yang dibawa Vina jatuh semua. Orang yang menabrak entah lari kemana. Jangankan menolongnya, meminta maaf pun tidak.

“Sial! Lari nggak pakek mata apa ya...” rutuk Vina . Dengan wajah masam ia mulai jongkok untuk merapikan buku-buku yang terjatuh. Belum selesai Vina merapikan terdengar langkah kaki yang datang menghampirinya.

“Kasian banget. Bukunya jatuh semua ya?” cemoh seorang cowok dengan senyum sinis. Sejenak Vina berhenti merapikan buku-buku, ia mencoba melihat orang yang berani mencemohnya. Ternyata dia lagi. Cowok berpostur tinggi dengan rambut yang selalu berantakan. Sumpah! Vina benci banget sama cowok ini. Seumur hidup Vina nggak bakal bersikap baik sama cowok yang ada di depannya ini. Lalu Vina mulai melanjutkan merapikan buku tanpa menjawab pertanyaan cowok tersebut.

Cowok tinggi itu sepintas mengernyitkan alisnya. Dan kembali ia tercenung karena cewek di depannya tidak menanggapi. Biasanya kalau Vina terpancing dengan omongannya, perang mulut pun akan terjadi dan takkan selesai sebelum seseorang datang melerai.

Teeeett… Bel tanda berakhirnya jam istirahat terdengar nyaring. “Maksud hati pengen bantu temen gue yang jelek ini. Tapi apa daya udah keburu bel. Jadi sori nggak bisa bantu.” ucap cowok tersebut sambil menekan kata jelek di pertengahan kalimat.

Cowok tersebut masih menunggu reaksi cewek yang ada di depannya. Tapi yang ditunggu tidak membalas dengan cemohan atau pun ejekan. “Lo berubah.” gumam cowok tersebut lalu berbalik bersiap masuk ke kelasnya. Begitu cowok itu membalikkan badannya, Vina yang sudah selesai membereskankan buku mulai memasang ancang-ancang. Dengan semangat 45 Vina mulai mengayunkan kaki kanannya kearah kaki kiri cowok tersebut dengan keras.

“Adooooww” pekik cowok tersebut sambil menggerang kesakitan.

“Makan tuh sakit!!” ejek Vina sambil berlari membawa buku-buku yang tadi sempat berserakan. Bisa dibayangkan gimana sakitnya tuh kaki. Secara Vina pakek kekuatan yang super duper keras. Senyum kemenangan menghiasi di wajah cewek tinggi kurus tersebut.
***

“Vina  ….”

Vina menoleh untuk melihat siapa yang memanggilnya. Ternyata dari kejauhan Melly teman baiknya sejak SMP sedang berlari kearahnya. Dengan santai Vina membalikkan badannya berjalan mencari motor matic kesayangannya. Ia sendiri lupa dimana menaruh motornya. Vina emang paling payah sama yang namanya mengingat sesuatu. Masih celingak-celinguk mencari motor, Melly malah menjitak kepalanya dari belakang.

“Woe non, budeg ya? Nggak denger teriakan gue. Temen macem apaan yang nggak nyaut sapaan temennya sendiri.” ucap Melly dengan bibir monyong. Ciri khas cewek putih tersebut kalo lagi ngambek.

“Sori deh Mel. Gue lagi bad mood, pengen cepet pulang.”

“Bad mood? Jelas-jelas lo tadi bikin gempar satu kelas. Udah nendang kaki cowok ampe tuh cowok permisi pulang, nggak minta maaf lagi.” jelas Melly panjang lebar.

“Hah? Sampe segitunya? Kan gue cuma nendang kakinya, masak segitu parahnya?” Vina benar-benar nggak nyangka. Masa sih keras banget? Tuh cowok ternyata bener-bener lembek, pikirnya dalam hati.

“Nendang sih nendang tapi lo pakek tendangan super duper. Kasian Lexi lho.”

“Enak aja. Orang dia yang mulai duluan.” bantah Vina membela diri.

Sejenak Melly terdiam, lalu berlahan bibirnya tersenyum tipis. “Kenapa sih kalian berdua selalu berantem? Masalahnya masih yang itu? Itu kan SMP. Dulu banget. ” ujar Melly polos, tanpa bermaksud mengingatkan kejadian yang lalu. “Lagi pula gue udah bisa nerima kalo Lexi nggak suka sama gue.”

“Tau ah gelap!”
***

Bel pulang berbunyi nyaring bertanda jam pelajaran telah usai. Cuaca yang sedemikian panas tak menyurutkan niat para siswa SMA Harapan untuk bergegas pulang ke rumah. Vina sendiri sudah membereskan buku-bukunya. Sedangkan Melly masih berkutat pada buku catatanya lalu sesekali menoleh ke papan tulis.

“Makanya kalo nulis jangan kayak kura-kura.” Dengan gemas Vina menjitak kepala Melly . “Duluan ya, Mel. Disuruh nyokap pulang cepet nih!” Melly hanya mendengus lalu kembali sibuk dengan catatanya.

Saat Vina membuka pintu kelas, seseorang ternyata juga membuka pintu kelasnya dari luar. “Eh, sori..” ucap Vina kikuk. Tapi begitu sadar siapa orang yang ada di depannya, Vina langsung ngasi tampang jutek kepada orang itu. “Ngapaen lo kesini? Masih sakit kakinya? Apa cuma dilebih-lebihin biar kemaren pulang cepet? Hah? Jadi cowok kok banci baget!!!”

Jujur Lexi udah bosen kayak gini terus sama Vina . Dia pengen hubungannya dengan Vina bisa kembali seperti dulu. “Nggak usah cari gara-gara deh. Gue cuma mau cari Melly .” ucap Lexi dingin sambil celingak celinguk mencari Melly . “Hey Mel!” ucap Lexi riang begitu orang yang dicarinya nongol.

“Hey juga. Jadi nih sekarang?” Melly sejenak melirik Vina . Lalu dilihatnya Lexi mengangguk bertanda mengiyakan. “Vin, kita duluan ya,” ujar AMelly el singkat.

Vina hanya benggong lalu dengan cepat mengangguk. Dipandangi Melly dan Lexi yang kian jauh. Entah kenapa, perasaanya jadi aneh setiap melihat mereka bersama. Seperti ada yang sakit di suatu organ tubuhnya. Biasanya Lexi selalu mencari masalah dengannya. Namun kini berbeda. Lexi tidak menggodanya dengan cemohan atau ejekan khasnya. Lexi juga tidak menatapnya saat ia bicara. Seperti ada yang hilang. Seperti ada yang pergi dari dirinya.
***

Byuuurr.. Fanta rasa stowberry menggalir deras dari rambut Vina hingga menetes ke kemeja putihnya. Vina nggak bisa melawan. Ia kini ada di WC perempuan. Apalagi ini jam terakhir. Nggak ada yang akan bisa menolongnya sampai bel pulang berbunyi.

“Maksud lo apa?” bentak Vina menantang. Ia nggak diterima di guyur kayak gini.

“Belum kapok di guyur kayak gini?” balas cewek tersebut sambil menjambak rambut Vina . “Tha, mana fanta jeruk yang tadi?” ucap cewek itu lagi, tangan kanannya masih menjambak rambut Vina . Thata langsung memberi satu botol fanta jeruk yang sudah terbuka.

“Lo mau gue siram lagi?” tanya cewek itu lagi.

Halo??!! Nggak usah ditanya pun, orang bego juga tau. Mana ada orang yang secara sukarela mau berbasah ria dengan fanta stroberry atau pun jeruk? Teriak Vina dalam hati. Ia tau kalau cewek di depannya ini bernama Linda. Linda terkenal sesaentro sekolah karena keganasannya dalam hal melabrak orang. Yeah, dari pada ngelawan terus sekarat masuk rumah sakit, mending Vina diem aja. Ia juga tau kalo Linda satu kelas dengan Lexi . Wait, wait.. Lexi ??? Jangan-jangan dia biang keladinya. Awas lo Lex, sampe gue tau lo biang keroknya. Gue bakal ngamuk entar di kelas lo!

“Gue rasa, gue nggak ada masalah ama lo.” teriak Vina sambil mendorong Linda dengan sadisnya. Vina benar-benar nggak tahan sama perlakuan mereka. Bodo amat gue masuk rumah sakit. Yang jelas ni nenek lampir perlu dikasi pelajaran.

Kedua teman Linda, Thata dan Mayang dengan sigap mencoba menahan Vina . Tapi Vina malah memberontak. “Buruan Lin, ntar kita ketahuan.” kata Mayang si cewek sawo mateng.

Selang beberapa detik, Linda kembali mengguyur Vina dengan fanta jeruk. “Jauhin Lexi . Gue tau lo berdua temenan dari SMP! Dulu lo pernah nolak Lexi . Tapi kenapa lo sekarang nggak mau ngelepas Lexi ?!!”

“Maksud lo?” ledek Vina sinis. “Gue nggak kenal kalian semua. Asal lo tau gue nggak ada apa-apa ama Lexi . Lo nggak liat kerjaan gue ama tuh cowok sinting cuma berantem?”

Plaakk.. Tamparan mulus mendarat di pipi Vina . “Tapi lo seneng kan?” teriak Linda tepat disebelah kuping Vina . Kesabaran Vina akhirnya sampai di level terbawah.

Buuugg! Tonjokan Vina mengenai tepat di hidung Linda. Linda yang marah makin meledak. Perang dunia pun tak terelakan. Tiga banding satu. Jelas Vina kalah. Tak perlu lama, Vina  sudah jatuh terduduk lemas. Rambutnya sudah basah dan sakit karena dijambak, pjpinya sakit kena tamparan. Kepalanya terasa pening.

“Beraninya cuma keroyokan!” bentak seorang cowok dengan tegas. Serempak trio geng labrak menoleh untuk melihat orang itu, Vina juga ingin, tapi tertutup oleh Linda. Dari suaranya Vina sudah tau. Tapi Ia nggak tau bener apa salah.

“Pergi lo semua. Sebelum gue laporin.” ujar cowok itu singkat. Samar-samar Vina melihat geng labrak pergi dengan buru-buru. Lalu cowok tadi menghampiri Vina dan membantunya untuk berdiri. “Lo nggak apa-apa kan, Vin?”

“Nggak apa-apa dari hongkong!?”
***

Hujan rintik-rintik membasahi bumi. Vina dan Lexi berada di ruang UKS. Vina membaringkan diri tempat tidur yang tersedia di UKS. Lexi memegangi sapu tangan dingin yang diletakkan di sekitar pipi Vina . Vina lemas luar biasa. Kalau dia masih punya tenaga, dia nggak bakalan mau tangan Lexi nyentuh pipinya sendiri. Tapi karena terpaksa. Mau gimana lagi.

“Ntar lo pulang gimana?” tanya Lexi polos.

“Nggak gimana-mana. Pulang ya pulang.” jawab Vina jutek. Rasanya Vina makin benci sama yang namanya Lexi . Gara-gara Lexi dirinya dilabrak hidup-hidup. Tapi kalau Lexi nggak datang. Mungkin dia bakal pingsan duluan sebelum ditemukan.

“Tadi itu cewek lo ya?” ucap Vina dengan wajah jengkel.

“Nggak.”

“Trus kok dia malah ngelabrak gue? Isi nyuruh jauhin lo segala. Emang dia siapa? “ rutuk Vina kesal seribu kesal. Ups! Kok gue ngomong kayak gue nggak mau jauh-jauh ama Lexi . Aduuuhh…

Lexi sejenak tersenyum. “Dia tuh cewek yang gue tolak. Jadi dia tau semuanya tentang gue dan termasuk tentang lo” ucap Lexi sambil menunjuk Vina .

Vina diam. Dia nggak tau harus ngapain setelah Lexi menunjuknya. Padahal cuma nunjuk. “Ntar bisa pulang sendiri kan?” tanya Lexi .

“Bisalah. Emang lo mau nganter gue pulang?”

“Emang lo kira gue udah lupa sama rumah lo? Jangan kira lo nolak gue terus gue depresi terus lupaen segala sesuatu tentang diri lo. Gue masih paham bener tentang diri lo. Malah perasaan gue masi sama kayak dulu.” jelas Lexi sejelas-selasnya. Lexi pikir sekarang udah saatnya ngungkapin unek-uneknya.
“Lo ngomong kayak gitu lagi, gue tonjok jidat lo!” ancam Vina . Nih orang emang sinting. Gue baru kena musibah yang bikin kepala puyeng, malah dikasi obrolan yang makin puyeng.

“Perasaan gue masih kayak dulu, belum berubah sedikit pun. Asal lo tau, gue selalu cari gara-gara ama lo itu ada maksudnya. Gue nggak pengen kita musuhan, diem-dieman, atau apalah. Pas lo nolak gue, gue nggak terima. Tapi seiring berjalannya waktu, kita dapet sekolah yang sama. Gue coba buat nerima. Tapi nggak tau kenapa lo malah diemin gue. Akhirnya gue kesel, dan tanpa sadar gue malah ngajakin lo berantem.” Sejenak Lexi menanrik nafas. “Lo mau nggak jadi pacar gue? Apapun jawabannya gue terima.”

Hening sejenak diantara mereka berdua. “Kayaknya gue pulang duluan deh.” Ucap Vina sambil buru-buru mengambil tasnya. Inilah kebiasaan Vina , selalu mengelak selalu menghindar pada realita. Ia bener-bener nggak tau harus ngapaen. Dulu ia nolak Lexi karena Melly juga suka Lexi . Tapi sekarang?

“Besok gue udah nggak sekolah disini. Gue pindah sekolah.” Lexi berbicara tepat saat Vina sudah berada di ambang pintu UKS.

Vina diam tak sanggup berkata-kata. Dilangkahkan kakinya pergi meninggalkan UKS. Meninggalkan Lexi yang termenung sendiri.

*****

Kelas masih sepi. Hanya ada beberapa murid yang baru datang. Diliriknya bangku sebelah. Melly belum datang. Vina sendiri tumben datang pagi. Biasanya ia datang 5 menit sebelum bel, disaat kelas sudah padat akan penduduk. Semalam Vina nggak bisa tidur. Entah kenapa bayangan Lexi selalu terbesit di benaknya. Apa benar Lexi pindah sekolah? Kenapa harus pindah? Peduli amat Lexi mau pindah apa nggak, batin Vina . “Argggg… Kenapa sih gue mikir dia terus?”

“Mikirin Lexi maksud lo?” ucap Melly tiba-tiba udah ada disamping Vina . “Nih hadiah dari pangeran lo.” Dilihatnya Melly mengeluarkan kotak biru berukuran sedang. Karena penasaran dengan cepat Vina membuka kotak tersebut. Isinya bingkai foto bermotif rainbow dengan foto Vina dan Lexi saat mengikuti MOS SMP didalamnya. Terdapat sebuah kertas. Dengan segera dibacanya surat tersebut.

    Dear Vina ,

    Inget ga pertama kali kita kenalan? Pas itu lo nangis gara-gara di hukum ama osis. Dalam hati gue ketawa, kok ada sih cewek cengeng kayak gini? Hehe.. kidding. Lo dulu pernah bilang pengen liat pelangi tapi ga pernah kesampaian. Semoga lo seneng sama pelangi yang ada di bingkai foto. Mungkin gue ga bisa nunjukin pelangi saat ini coz gue harus ikut ortu yang pindah tugas. Tapi suatu hari nanti gue bakal nunjukin ke lo gimana indahnya pelangi. Tunggu gue dua tahun lagi. Saat waktu itu tiba, ga ada alasan buat lo ga mau jadi pacar gue.


“Kenapa lo nggak mau nerima dia? Gue tau lo suka Lexi tapi lo nggak mau nyakitin gue.” sejenak Melly tersenyum. “Percaya deh, sekarang gue udah nggak ada rasa sama Lexi . Dia cuma temen kecil gue dan nggak akan lebih.”

“Thanks Mel. Lo emang sahabat terbaik gue.” ucap Vina tulus. “Tapi gue tetap pada prinsip gue.”
Melly terlihat menerawang. “Jujur, waktu gue tau Lexi suka sama lo dan cuma nganggep gue sebagai temen kecilnya. Gue pengen teriak sama semua orang, kenapa dunia nggak adil sama gue. Tapi seiring berjalannya waktu gue sadar kalo nggak semua yang kita inginkan adalah yang terbaik untuk kita.” senyum kembali menghiasi wajah mungilnya. “Dan lo harus janji sama gue kalo lo bakal jujur tentang persaan lo sama Lexi . Janji?” lanjut Melly sambil mengangkat jari kelingkingnya.

Ingin rasanya Vina menolak. Melly terlalu baik baginya. Dia sendiri tau sampai saat ini Melly belum sepenuhnya melupakan Lexi . Tapi Vina juga tak ingin mengecewakan Melly . Berlahan diangkatnya jari kelingkingnya.

“Janji..” gumam Vina lirih.


*****



Jangan Lupa Berikan Komentar Positif di FajarYusuf.Com



Cerita Cerpen yang lain :




Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Teks Cerpen persahabatan: sebuah janji"

TENTANG SITUS

SITUS INI ADALAH SITUS INFO GAME TERBARU DAN JUGA SITUS PEMBELAJARAN PEMROGRAMAN DAN JUGA PEMAHAMAN TERHADAP TEKNOLOGI KOMPUTER. KALIAN BISA MENGIKUTI PEMBELAJARAN PEMROGRAMAN DENGAN BERTAHAP PADA MATERI YANG SUDAH SAYA SEDIAKAN, JIKA ADA MATERI YANG MEMBINGUNGKAN SILAKAN LAKUKAN KOMENTAR PADA MATERI YANG ANDA TANYAKAN ATAU KALIAN BISA MENGHUBUNGI SAYA DIHALAMAN KONTAK.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel