4 Fakta Album Red (Taylor's Version) yang Harus Kamu Ketahui

4 Fakta Album Red (Taylor’s Version) yang Harus Kamu Ketahui

Pada Jumat (12/11/2021), Taylor Swift secara resmi merilis re-recorded albumnya yang berjudul Red (Taylor’s Version). Album tersebut merupakan sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh para penggemar Taylor Swift, apalagi lagu All Too Well versi 10 menit.

Red (Taylor’s Version) sendiri merupakan rekaman ulang dari album Red, yang sebelumnya dirilis Swift pada tahun 2012 silam. Penyanyi pemenang Grammy Awards itu punya alasan mengapa ia merekam ulang beberapa album lamanya.

Hal itu terjadi karena Scooter Braun, manajer Justin Bieber, mengakuisisi mantan label rekaman Taylor, Big Machine Records. Braun juga menjual enam album pertama Swift—Taylor Swift, Fearless, Speak Now, Red, 1989, dan Reputation—ke sebuah perusahaan bernama Shamrock Holdings.

Lepas dari kontroversi itu, Swift menjadi trending di Twitter saat perilisan album Red (Taylor’s Version). Dan film pendek untuk lagu All Too Well versi 10 menit pun sudah ditonton sebanyak 36 juta kali hanya dalam kurun waktu empat hari, wow!

Nah, kalau kamu sudah mendengarkan Red (Taylor’s Version), ataupun belum, wajib banget, nih, buat kamu tahu fakta-fakta mengenai album tersebut.

1. Lagu Ronan

Taylor Swift - Ronan (Taylor's Version) (Lyric Video)

Lagu Ronan ini terinspirasi dari kisah seorang anak laki-laki berumur empat tahun yang meninggal dunia karena neuroblastoma. Dikutip dari Alodokter, neuroblastoma merupakan penyakit kanker yang langka.

2. Awal tanggal rilis 19 November

Red (Taylor's Version)
Red TV (instagram.com/taylorswift).

Album Red (Taylor’s Version) awalnya dijadwalkan rilis pada 19 November mendatang, tetapi jadwal tersebut dimajukan seminggu lebih awal.

Ada beberapa spekulasi mengenai hal ini, salah satunya mengatakan kalau 19 November merupakan tanggal rilis album baru Adele yang bertajuk 30. Jadi agar tidak bentrok, Swift memutuskan untuk memajukan waktu perilisan album Red TV-nya.

3. Makna lagu Forever Winter

Taylor Swift - Forever Winter (Taylor's Version) (From The Vault) (Lyric Video)

Forever Winter merupakan lagu yang membahas tentang kesehatan mental dan suicide. Hal ini dikonfirmasi oleh Jessi Gold, asisten profesor psikiatri di Washington University in St. Louis.

“Saya menganggap lagu tersebut sebagai perjuangan kesehatan mental yang serius, terutama pikiran untuk mengakhiri hidup,” katanya. “Saya menafsirkannya sebagai lagu yang ditulis oleh seseorang yang mencoba mencintai orang lain yang sedang berjuang karena kesehatan mental mereka yang parah dan tantangan untuk perjuangan tersebut.”

Sebagian fans berasumsi bahwa lagu ini dibuat untuk sahabatnya Taylor Swift yang meninggal karena overdosis. Pada bagian bridge, kita bisa mendengar Swift mengucapkan, “If I was standing there in your apartment, I’d take that bomb in your head and disarm it, I’d say I love you even at your darkest and please don’t go.”

4. Sukses di Spotify dan Apple Music

Berdasarkan tweet yang diunggah Spotify, Red (Taylor’s Version) merupakan album wanita yang paling banyak di-streaming dalam satu hari.

Selain itu, Taylor Swift juga dinobatkan sebagai penyanyi perempuan dengan streaming terbanyak dalam satu hari dalam sejarah Spotify.

Semua lagu dari album tersebut juga berhasil masuk ke dalam tangga lagu Top 100 Apple Music di beberapa negara.

Hebat sekali, ya, Taylor Swift. Nggak heran kalau penyanyi berumur 31 tahun itu sangat terkenal dan mempunyai segudang penghargaan.

===

Jika kamu suka membaca post seperti ini, tetap kunjungi website FajarYusuf.Com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *