Cara Agar Tidak Terburu-Buru Mengambil Kesimpulan

Kapan terakhir kali kamu mengambil kesimpulan? Apakah kemarin atau minggu lalu ketika kamu melihat pacarmu dengan orang lain?

Katakanlah kamu tidak sengaja menemukan foto temanmu di Instagram. Kamu melihat mereka terlihat bahagia dan menganggap kehidupan temanmu itu tidak seperti hidupmu yang menyedihkan. Di situlah kamu salah: melompat ke kesimpulan.

Seperti yang kita ketahui, kebanyakan orang di media sosial, terutama Instagram, hanya akan memposting apa yang mereka yakini pantas atau momen terbaik dalam hidup mereka. Namun, terkadang kita bisa menjadi tidak rasional dan merasa bahwa setiap orang yang kita lihat di Instagram memiliki kehidupan yang sempurna dan selalu bahagia.

Apa itu melompat ke kesimpulan?

Melompat ke kesimpulan adalah jenis pola pikir negatif. Ini adalah kondisi di mana kamu berasumsi kalau kamu tahu apa yang sedang dipikirkan seseorang, alasan mengapa seseorang berperilaku demikian, atau apa yang akan terjadi di masa depan jika kamu tidak melakukan sesuatu, meskipun kamu tidak mempunyai fakta sama sekali.

Melompat ke kesimpulan—dikenal sebagai distorsi kognitif—dapat berdampak buruk pada hubungan yang kamu miliki dan juga kesejahteraan mentalmu.

Nah, di bawah ini ada 3 tips buat kamu agar tidak lagi terburu-buru mengambil kesimpulan.

Image by Carlos Alvarenga from Pixabay

1. Analisis pikiranmu dan kumpulkan beberapa fakta

Agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan, kamu perlu menganalisis pikiranmu dan mengumpulkan beberapa fakta. Misalnya, teman kamu melihat pacarmu bersama wanita lain, dan dia menceritakan hal tersebut kepada kamu. Daripada marah-marah sama pacar kamu melalui sms dan menebak-nebak kalau kamu tidak cukup untuk dia, lebih baik kamu cari tahu siapa wanita itu. Jika ternyata pacarmu bersama dengan sepupunya, kamu akan senang kalau kamu tidak jump to conclusions.

Image by PourquoiPas from Pixabay

2. Terima kenyataan bahwa kamu tidak bisa membaca pikiran orang lain

Sangat mudah bagi kamu untuk berpikir bahwa orang asing mengetahui kekuranganmu, atau memikirkan sesuatu yang negatif tentang dirimu ketika kamu menangkap mereka dengan ekspresi tidak menyenangkan. Namun, jika kamu menyadari bahwa kamu tidak memiliki akses ke pikiran mereka, kamu dapat dengan mudah mengabaikannya.

 

Image by Shahariar Lenin from Pixabay

 

 

 

 

 

3. Berlatih mindfulness

Mindfulness sangat berguna ketika kamu terus-menerus menemukan dirimu terikat pada asumsi kalau kamu bisa meramal dan membaca pikiran orang lain. Mindfulness bisa dilakukan dengan menulis jurnal, mengendari sepeda, berenang, dan meditasi.

Itu dia cara-cara buat kamu agar tidak mudah jump to conclusions.

===

Jika kamu suka membaca post seperti ini, tetap kunjungi website FajarYusuf.Com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Review Game Stardew Valley Versi Android
Gate of Nightmares (ゲートオブナイトメア) release date Next post Gate of Nightmares (ゲートオブナイトメア) Akan Rilis Pada Tanggal 26 Oktober