Monday, December 10, 2018

Perintah Output PASCAL

Perintah Output PASCAL

Perintah output

Perintah atau statement output digunakan untuk mengatur tampilan atau hasil dari program pada media output komputer, seperti monitor, printer, dan media output lainnya.

Perintah untuk output yang digunakan adalah Write dan Writeln. Perbedaan perintah ini sebagai berikut :
  • Write : setelah pernyataan ini dieksekusi oleh processor software pascal, maka posisi kursor berada pada baris yang sama di layar.
  • Writeln : setelah pernyataan ini dieksekusi oleh processor software pascal, maka posisi kursor berada pada baris berikutnya di layar. Bisa disimpulkan untuk writeln adalah adanya pengunaan pindah baris atau enter kebawah.

Untuk contoh output 1 silakan coba coding berikut :
KALIAN BISA MENCOBANYA KLIK DISINI

Program CONTOH_OUTPUT_1;
Begin
Write ('Fajar');
Write ('Yusuf');
Write ('.Com');
End.

OUTPUT PASCAL
hasil coding menampilkan kata FajarYusuf.Com



contoh output 2 silakan coba coding berikut :

Program CONTOH_OUTPUT_2;
Begin
Write ('Nama Saya Adalah ');
Writeln ('Fajar Yusuf , seorang mahasiswa');
Write ('Kalo Kamu?');
End.

output pascal
hasil coding


contoh output 3 silakan coba coding berikut :

Program CONTOH_OUTPUT_3;
Uses crt;
Begin
Clrscr;
Write ('Nama : ');
Writeln ('Fajar');

Writeln ('Nama: ');
Writeln ('Yusuf');

Write ('F');
Write ('a');
Write ('j');
Write ('a');
Write ('r');
Writeln('FAJAR');
Writeln('YUSUF');
Writeln('FAJARYUSUF');
Writeln('FajarYusuf.Com');
End.

Output PASCAL
hasil coding



contoh output 4 silakan coba coding berikut :

Program COTOH_OUTPUT_4;
Uses crt;
Const
Kota ='DEPOK';
Var
Nama : String [15] = 'FAJARYUSUF';
Umur : Integer = 25;
Begin
Clrscr;

Write ('Nama : ');
Writeln (nama);

Write ('Umur : ');
Writeln (umur);

Write ('Kota : ');
Writeln (kota);

Write ('IPK : ');
Writeln (4);

Readln;
End.

Perintah Output PASCAL
hasil coding

contoh output 5 silakan coba coding berikut :

Program CONTOH_OUTPUT_5;
Uses Crt;
Var
angka_int : Integer = 123456;
angka_real : real = 12345.123456;
Begin
Clrscr;

Writeln (angka_int);
Writeln (angka_int:4);
Writeln (angka_int:8);

Writeln (angka_real);
Writeln (angka_real:4:2);
Writeln (angka_real:2:4);
End.

PERINTAH OUTPUT PASCAL
hasil coding


Sunday, December 9, 2018

Pointer Golang

pointer golang

Pointer Golang

Pointer pada Pemrograman GO digunakan ketika kita memanggil fungsi dan digunakan untuk mengambil nilai atau argumen, argumen itu kemudian disalin ke fungsi, untuk contoh silakan ikuti coding berikut :
package main
import (
"fmt"
)
func zero(x int) { 
x = 0 } 
func main() {
x := 5 
zero(x) 
fmt.Println(x) // x akan tetap 5 
}

pointer golang
hasil coding



Dalam program diatas fungsi zero tidak akan mengubah variabel x asli di fungsi utama. Tetapi bagaimana jika kita menginginkannya untuk merubah nilai tersebut? Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan menggunakan tipe data khusus yang dikenal sebagai pointer pada coding menjadi 'Ptr', seperti coding berikut ini :

package main
import (
"fmt"
)
func zero(xPtr *int) { 
*xPtr = 0 

func main() { 
x := 5 
zero(&x) 
fmt.Println(x) // x menjadi 0 
}

pointer golang
hasil coding


Pointer akan mengambil nilai pada lokasi memori tempat nilai disimpan, dan mengecualikan tempat nilai itu sendiri.  Dengan menggunakan pointer (* int) fungsi zero dapat memodifikasi variabel asli dari nilai 5 menjadi 0.

Operator * dan &

Dalam Go, pointer diwakili dengan menggunakan karakter * (tanda bintang) diikuti oleh type nilai yang disimpan. Dalam fungsi nol xPtr adalah pointer ke int.

* Juga digunakan untuk variabel penunjuk “dereference”. Dereferencingkan pointer memberi kita akses ke nilai yang ditunjukkan oleh pointer. Ketika kita menulis * xPtr = 0 kita seperti memperintahkan "simpan int 0 di lokasi memori xPtr". Jika kita hanya menulis xPtr = 0 sebagai gantinya kita akan mendapatkan kesalahan kompilator karena xPtr tidak akan dianggap sebagai integer.

Kita menggunakan operator & untuk mencari alamat variabel. &x mengembalikan * int (pointer ke int) karena x adalah int. Ini membuat kita memungkinkan untuk memodifikasi variabel asli. &x di fungsi main dan xPtr di nol merujuk ke lokasi memori yang sama.

New

Cara lain untuk mendapatkan pointer adalah dengan menggunakan fungsi New bawaan, seperti coding berikut :

package main
import (
"fmt"
)
func one(xPtr *int) { 
*xPtr = 1 } 
func main() { 
xPtr := new(int) 
one(xPtr) 
fmt.Println(*xPtr) // x adalah 1 
}

pointer golang
hasil coding


New mengambil tipe sebagai argumen, mengalokasikan cukup memori agar sesuai dengan type pada nilai itu dan mengembalikan pointer.

Dalam beberapa bahasa pemrograman ada perbedaan yang signifikan antara penggunaan New dan &.

Pointer jarang digunakan dengan tipe bawaan pada pemrograman Go, tetapi yang akan kita lihat di materi selanjutnya, Pointer sangat berguna ketika dipasangkan dengan struct.

Thursday, December 6, 2018

Tunda, Panik & Pulihkan Golang

tunda panik pulihkan

Tunda, Panik & Pulihkan

Go memiliki pernyataan khusus yang disebut penundaan yang menjadwalkan panggilan fungsi untuk dijalankan setelah fungsi selesai. Perhatikan dan silakan ikuti contoh coding berikut:

package main 
import "fmt" 
func first() { 
fmt.Println("1st") } 
func second() { 
fmt.Println("2nd") } 
func main() { 
defer second() 
first()
}

Tunda, Panik & Pulihkan Golang
hasil coding


Program ini mencetak 1st diikuti oleh 2nd. Pada dasarnya menunda memindahkan panggilan kedua ke akhir fungsi, untuk sebaliknya silakan lihat contoh coding dibawah:
func main () {
second ()
first () }
tunda panik pulihkan golang
hasil coding


menunda sering digunakan ketika sumber daya harus dibebaskan dalam beberapa cara tertentu. Misalnya ketika kita membuka file, kita perlu memastikan untuk menutupnya nanti. Dengan penundaan seperti ini :
f, _: = os.Open (filename) tunda f.Close ()
Cara ini memiliki 3 keuntungan: 
  1. itu membuat panggilan close dekat dengan panggilan open, sehingga lebih mudah untuk dipahami, 
  2. jika fungsi memiliki beberapa pernyataan kembali (mungkin satu dalam if dan satu di lain) close akan terjadi sebelum keduanya dari printah tersebut terjadi, dan 
  3. fungsi yang ditangguhkan dijalankan bahkan jika terjadi panik run-time.

Panik & Pulih

Sebelumnya kita membuat fungsi yang disebut fungsi panik untuk menyebabkan kesalahan waktu proses. Kita dapat menangani panik run-time dengan fungsi pemulihan bawaan. memulihkan menghentikan kepanikan dan mengembalikan nilai yang dilewatkan ke panggilan untuk panik. Kita mungkin tergoda untuk menggunakannya seperti ini:

package main 
import "fmt" 
func main() { 
panic("PANIC") 
str := recover() 
fmt.Println(str) }


Tetapi panggilan untuk memulihkan tidak akan pernah terjadi dalam kasus ini karena panggilan untuk panik segera menghentikan eksekusi fungsi. Sebaliknya kita harus memasangkannya dengan penundaan seperti coding berikut:

package main
import "fmt"
func main() { 
defer func() { 
str := recover() 
fmt.Println(str) }()
panic("PANIC") }

Tunda, Panik & Pulihkan Golang
hasil coding


Kepanikan umumnya menunjukkan kesalahan programmer (misalnya mencoba mengakses indeks array yang di luar batas, lupa untuk menginisialisasi peta, dll) atau kondisi luar biasa yang tidak ada cara mudah untuk memulihkannya. (Oleh karena itu diberi nama "PANIC")

Wednesday, December 5, 2018

Apa Itu Asynchronous dan Synchronous dan Perbedaannya

synchronous dan asynchronous

Apa Itu Asynchronous dan Synchronous dan Perbedaannya

Pengertian Synchronous adalah suatu proses yang mengeksekusi kode dijalankan secara berurutan berdasarkan baris kode yang tertulis.

Contoh Kode Synchronous :

println.log(1); 

println.log(2);

println.log(3);

outputnya :



3


Dalam hasil kode Synchronous diatas, dapat kita simpulkan output yang didapatkan dari kode sesuai dengan urutan yang kita masukkan.

Sedangkan pengertian Asyncrhonous adalah suatu proses yang mengeksekusi kode secara tidak sesuai dengan urutan yang ada atau sesuai waktu yang dibutuhkan untuk proses tersebut dan menjalankan perintah selanjutnya tanpa harus menunggu perintah sebelumnya yang belum selesai.

Contoh Kode Asnycrhonous:

println.log(1); 

setTimeout(log2() { 
println.log(2); }, 
3menit); 

println.log(3);


outputnya :


3
2


Coding akan dijalankan secara bersamaan tetapi output untuk prontln.log(2) dicetak pada akhir, dikarenakan ada proses setTimeout yang belum selesai sampai 3 menit, tanpa menunggu proses setTimeout selesai maka perintah selanjutnya println.log(3) akan dijalankan.

Logikanya

Proses Syncrhonous akan sama seperti gambaran proses pada antrian tiket masuk wahana, disaat kamu akan pergi masuk wahana melalui pintu utama, kamu harus mengikuti aturan yang dinamakan antrian, kamu belum bisa masuk ke dalam wahana jika semua orang diantrian depan kamu belum masuk kedalam.

Proses Asyncrhonous bisa digambarkan dengan sistem ujian, Ujian dimulai 07:00 Si Budi masuk kelas pada waktu 07.00, dan si Andi masuk kelas pada waktu 07:05 . Tetapi si Andi lebih dulu selesai menyelesaikan ujian pada jam 08:00 sedangkan Budi pada jam 08:10. Yang berarti proses Asnycrhonous tidak akan sesuai antrian tetapi tergantung waktu proses setiap kode.

Rekursi GOLANG

REKURSI GOLANG

Rekursi

Rekursi adalah suatu fungsi yang dapat memanggil dirinya sendiri. Berikut ini adalah salah satu cara untuk menghitung faktorial angka, silakan masukkan coding berikut :
KALIAN BISA MENCOBANYA KLIK DISINI

package main
import (
"fmt"
)
func factorial(x uint) uint {
    if x == 0 {
        return 1
    }
    return x * factorial(x-1)
}
func main(){
    fmt.Println(factorial(2))
}

rekursi golang
hasil coding


fungsi diatas akan dapat menghitung nilai faktorial. Kita bisa menggunakan unit (unsigned integer) karena inputan harus berupa bilangan positif. Integer dapat menampung bilangan negatif dan positif oleh karena itu uint dapat dipilih sebagai tipe data untuk parameter.

Untuk lebih memahami bagaimana fungsi ini berfungsi, bahsa manusianya akan seperti ini :

  • Apakah x == 0? Tidak. (X adalah 2) 
  • Temukan faktorial x - 1 
  • Apakah x == 0? Tidak. (X adalah 1) 
  • Temukan faktorial x - 1 
  • Apakah x == 0? Ya, return 1. 
  • return 1 * 1 
  • return 2 * 1


Penutupan dan rekursi adalah teknik pemrograman yang kuat yang membentuk dasar paradigma yang dikenal sebagai pemrograman fungsional. Kebanyakan orang akan menemukan pemrograman fungsional lebih sulit dimengerti daripada pendekatan berdasarkan pada loop, if, variabel dan fungsi sederhana.

Tuesday, December 4, 2018

CLOSURE GOLANG

CLOSURE GOLANG

CLOSURE GOLANG

Dimungkinkan untuk membuat fungsi di dalam fungsi:
KALIAN BISA MENCOBANYA KLIK DISINI
func main() { 
add := func(x, y int) int { 
return x + y } 
fmt.Println(add(1,1)) }

CLOSURE GOLANG
hasil coding

add adalah variabel lokal yang memiliki tipe func (int, int) int (fungsi yang mengambil dua int dan mengembalikan int).

Ketika kamu membuat fungsi lokal seperti ini kamu juga memiliki akses ke variabel lokal lainnya (ingat ruang lingkup dari materi sebelumnya):

func main() { 
x := 0 
increment := func() int {
 x++ 
return x } 
fmt.Println(increment()) 
fmt.Println(increment()) }

closure golang
hasil coding


increment menambahkan 1 ke variabel x yang didefinisikan dalam ruang lingkup fungsi utama.

Variabel x ini dapat diakses dan dimodifikasi oleh fungsi increment. Inilah mengapa pertama kalinya kita memanggil increment, kita melihat 1 ditampilkan, untuk kedua kalinya kita menyebutnya, kita melihat 2 ditampilkan.

Fungsi seperti ini secara bersamaan dengan variabel non-lokal referensi dikenal sebagai closure.

Dalam hal ini increment dan variabel x membentuk closure.

Salah satu cara menggunakan closure adalah dengan menulis fungsi yang mengembalikan fungsi lain yang saat dipanggil dapat menghasilkan urutan angka. Misalnya coding dibawah ini adalah cara bagaimana kita dapat menghasilkan semua nomor genap:

func makeEvenGenerator() func() uint { 
i := uint(0) 
return func() (ret uint) { 
ret=i 
i+=2 
return } } 
func main() { 
nextEven := makeEvenGenerator() 
fmt.Println(nextEven()) // 0 
fmt.Println(nextEven()) // 2 
fmt.Println(nextEven()) // 4
 }

closure golang
hasil coding


makeEvenGenerator mengembalikan fungsi yang menghasilkan angka genap, setiap kali dipanggil menambah 2 ke variabel i lokal yang tidak seperti variabel lokal normal hanya bertahan antara panggilan, untuk lebih jelas silakan saja ganti angka 4 menjadi 5.

GOLANG Mengembalikan Banyak Nilai dan Fungsi Variadik

GOLANG Mengembalikan Banyak Nilai dan Fungsi Variadik

Mengembalikan Banyak Nilai

Go juga mampu mengembalikan beberapa nilai dari suatu fungsi, seperti koding berikut ini :
KALIAN BISA MENCOBANYA KLIK DISINI
func f() (int, int) {
return 5, 6}
 func main() {
x,y:= f()}

GOLANG
hasil coding


Tiga perubahan diperlukan: ubah jenis kembalian berisi beberapa jenis yang dipisahkan oleh tanda koma "," , ubah ekspresi setelah pengembalian sehingga berisi beberapa ekspresi yang dipisahkan , dan akhirnya ubah pernyataan penugasan sehingga beberapa nilai berada di sisi kiri := atau =.
Beberapa nilai sering digunakan untuk mengembalikan nilai kesalahan bersamaan dengan hasilnya (x, err:= f ()), atau boolean untuk menunjukkan keberhasilan (x, y:= f ()).

Fungsi Variadik

Ada formulir khusus yang tersedia untuk parameter terakhir dalam fungsi Go:
KALIAN BISA MENCOBANYA KLIK DISINI
func add(args ...int) int { 
 total := 0 
 for _, v := range args { 
 total += v } 
 return total } 
 func main() {
fmt.Println(add(1,2,3)) }

GOLANG
hasil coding

Dengan menggunakan ... sebelum nama jenis parameter terakhir kamu dapat menunjukkan bahwa dibutuhkan nol atau lebih dari parameter tersebut. Dalam hal ini kita mengambil nol atau lebih banyak int.

Kita menjalankan fungsi add seperti fungsi lain kecuali kita dapat melewati int sebanyak yang kita inginkan.

Inilah cara coding tepatnya bagaimana fungsi fmt.Println diimplementasikan:

func Println(a ...interface{}) (n int, err 
error)

Fungsi Println mengambil sejumlah nilai dari jenis apa pun. (Jenis antarmuka {} khusus akan dibahas lebih detail di materi selanjutnya.

Kita juga dapat mengirimkan sepotong int dengan mengikuti irisan dengan ...  seperti berikut :

func main() {
 xs := []int{1,2,3} 
fmt.Println(add(xs...)) }

golang
hasil coding


Monday, December 3, 2018

FUNCTIONS GOLANG

FUNCTIONS GOLANG

FUNCTIONS GOLANG

Functions atau fungsi adalah bagian independen dari kode yang memetakan nol atau lebih parameter input ke nol atau lebih banyak parameter output. 

Fungsi (juga dikenal sebagai prosedur atau subrutin) sering digambarkan sebagai kotak hitam: (kotak hitam mewakili fungsi)

Sampai materi ini program yang kita tulis di Go hanya menggunakan satu fungsi:

func main () {}

Kita sekarang akan mulai menulis program yang menggunakan lebih dari satu fungsi.

Fungsi Kedua 

Ingat program ini dari materi sebelumnya :
KALIAN BISA MENCOBANYA KLIK DISINI

func main() {
xs := []float64{98,93,77,82,83} 

total := 0.0 
for _, v := range xs {
 total += v }
 fmt.Println(total / float64(len(xs))) 
}

functions golang
hasil coding

Program ini menghitung rata-rata dari serangkaian angka. Menemukan rata-rata seperti ini adalah masalah yang sangat umum, jadi akan ideal untuk definisi sebagai fungsi.

Fungsi rata-rata perlu mengambil sepotong float64 dan mengembalikan satu float64.

Masukkan coding berikut ini sebelum fungsi utama:

func rata-rata(xs []float64) float64 { 
 panic("Not Implemented") }

Fungsi dimulai dengan fungsi kata kunci, diikuti oleh nama fungsi. Parameter (input) dari fungsi didefinisikan seperti ini : namatype, namatype , ….

Fungsi kita memiliki satu parameter (daftar skor) yang kita beri nama xs. Setelah parameter, kita masukkan jenis kembalinya. Secara kolektif parameter dan jenis kembalinya dikenal sebagai tanda tangan fungsi.

Akhirnya kita memiliki tubuh fungsi yang merupakan serangkaian pernyataan antara kurung kurawal "{}".

Dalam tubuh ini kita memanggil fungsi bawaan yang disebut panik yang menyebabkan kesalahan waktu proses. (Kita akan melihat lebih banyak lagi tentang kepanikan nanti di materi selanjutnya).

Menulis fungsi bisa jadi sulit, jadi adalah ide yang baik untuk memecah proses menjadi bagian yang dapat dikelola, daripada mencoba untuk mengimplementasikan semuanya dalam satu langkah besar.

Sekarang mari kita ambil kode dari fungsi utama kita dan pindahkan ke fungsi rata-rata kita:

func avarage(xs []float64) float64 {
 total := 0.0
 for _, v := range xs { 
 total += v }
 return total / float64(len(xs)) }

Perhatikan bahwa kita mengubah fmt.Println menjadi return. Pernyataan return menyebabkan fungsi untuk segera berhenti dan mengembalikan nilai setelah itu ke fungsi yang disebut seperti ini.

Ubah func main agar terlihat seperti ini:

func main () {
xs: = [] float64 {98,93,77,82,83}
fmt.Println (avarage (xs))}

functions golang
hasil coding

Menjalankan program ini seharusnya memberikan kamu hasil yang sama persis dengan yang asli.

Beberapa hal yang perlu diingat:

#Nama-nama parameter tidak harus cocok dalam fungsi panggilan. Misalnya contoh coding ini:
func main () {someOtherName: = [] float64 {98,93,77,82,83} fmt.Println (avarage (someOtherName))}
Dan program kita akan tetap berfungsi.

#Fungsi tidak memiliki akses ke apa pun dalam fungsi panggilan. Contoh coding ini tidak akan berfungsi:
func f () {fmt.Println (x)} func main () {x: = 5 f ()}

Kita seharusnya melakukan ini:
func f (x int) {fmt.Println (x)} func main () {x: = 5 f (x)}

Atau ini:
var x int = 5 func f () {fmt.Println (x)} func main () {f ()}


#Fungsi dibangun dalam "tumpukan". Misalkan kita menulis coding seperti ini:
func main () {fmt.Println (f1 ())} func f1 () int {return f2 ()} func f2 () int {return 1}

Setiap kali kita memanggil fungsi, kita mendorongnya ke tumpukan panggilan dan setiap kali kita kembali dari fungsi, kita memunculkan fungsi terakhir dari tumpukan.

#Kita juga dapat memberi nama jenis pengembalian:
func f2 () (r int) {r = 1 return}



Kata Kunci SQL

SQL KEYWOARD

Kata Kunci SQL

Berikut kata kunci SQL beserta penjelasannya :


  • ADD Menambahkan kolom di tabel yang ada
  • ADD CONSTRAINT Menambahkan kendala setelah table sudah dibuat
  • ALTER Menambah, menghapus, atau memodifikasi kolom dalam tabel, atau mengubah tipe data kolom di dalam tabel
  • ALTER COLUMN Mengubah tipe data dari kolom dalam tabel
  • ALTER TABLE Menambah, menghapus, atau memodifikasi kolom dalam sebuah tabel
  • ALL Mengembalikan nilai true jika semua nilai subquery memenuhi ketentuan
  • AND Hanya menyertakan baris di mana kedua kondisi itu benar
  • ANY Pengembalian benar jika salah satu nilai subquery memenuhi ketentuan
  • AS Mengubah nama kolom atau tabel dengan alias
  • ASC Mengurutkan hasil yang ditetapkan dalam urutan menaik (a-z)
  • BACKUP DATABASE Membuat cadangan dari database yang sudah ada
  • BETWEEN Memilih nilai dalam rentang yang diberikan
  • CASE Membuat output yang berbeda berdasarkan kondisi
  • CHECK Kendala yang membatasi nilai yang dapat ditempatkan dalam kolom
  • COLUMN Mengubah tipe data dari kolom atau menghapus kolom dalam tabel
  • CONSTRAINT Menambahkan atau menghapus batasan
  • CREATE Membuat database, indeks, tampilan, tabel, atau prosedur
  • CREATE DATABASE Membuat database SQL baru
  • CREATE INDEX Menciptakan indeks di atas table (memungkinkan nilai duplikat)
  • CREATE ATAU REPLACE VIEW Memperbarui tampilan
  • CREATE TABLE Membuat tabel baru dalam database
  • CREATE PROCEDURE Menciptakan prosedur yang tersimpan
  • CREATE UNIQUE INDEX Menciptakan indeks unik di atas table (tidak ada nilai duplikat)
  • CREATE VIEW Membuat tampilan berdasarkan kumpulan hasil dari pernyataan SELECT
  • DATABASE Membuat atau menghapus database SQL
  • DEFAULT Kendala yang memberikan nilai default untuk kolom
  • DELETE Menghapus baris dari tabel
  • DESC Mengurutkan hasil yang ditetapkan dalam urutan menurun
  • DISTINCT Memilih hanya nilai-nilai yang berbeda (berbeda)
  • DROP Menghapus kolom, constraint, database, index, table, atau view
  • DROP COLUMN Menghapus kolom dalam sebuah tabel
  • DROP CONSTRAINT Menghapus UNIQUE, PRIMARY KEY, FOREIGN KEY.
  • DROP DATABASE Menghapus database SQL yang ada
  • DROP DEFAULT Menghapus batasan DEFAULT
  • DROP INDEX Menghapus indeks dalam sebuah tabel
  • DROP TABLE Menghapus tabel yang ada dalam database
  • DROP VIEW Menghapus tampilan
  • EXEC Menjalankan prosedur yang tersimpan
  • EXISTS Tes untuk keberadaan rekaman apa pun dalam subkueri
  • FOREIGN KEY Kendala yang merupakan kunci yang digunakan untuk menghubungkan dua tabel bersama
  • FROM Menentukan tabel mana untuk memilih atau menghapus data dari
  • FULL OUTER JOIN Mengembalikan semua baris saat ada kecocokan di table kiri atau kanan
  • GROUP BY Groups set hasil (digunakan dengan fungsi agregat: COUNT, MAX, MIN, SUM, AVG)
  • HAVING Digunakan sebagai pengganti WHERE dengan fungsi agregat
  • IN Memungkinkan kamu untuk menentukan beberapa nilai dalam klausa WHERE
  • INDEX Membuat atau menghapus indeks dalam tabel
  • INNER JOIN Mengembalikan baris yang memiliki nilai yang cocok di kedua tabel
  • INSERT INTO Menyisipkan baris baru dalam sebuah tabel
  • INSERT INTO SELECT Salin data dari satu tabel ke tabel lain
  • IS NULL Tes untuk nilai kosong
  • IS NOT NULL Tes untuk nilai yang tidak kosong
  • JOIN Bergabung dengan tabel
  • LEFT JOIN Merujuk semua baris dari tabel kiri, dan baris yang cocok dari tabel kanan
  • LIKE Pencarian untuk pola tertentu dalam kolom
  • LIMIT Menentukan jumlah catatan yang akan dikembalikan dalam hasil yang ditetapkan
  • NOT Hanya menyertakan baris di mana suatu kondisi tidak benar
  • NOT NULL Sebuah kendala yang memaksa kolom untuk tidak menerima nilai NULL
  • OR Termasuk baris di mana kondisi selain
  • ORDER BY Urutkan hasil yang ditetapkan dalam urutan menaik atau menurun
  • OUTER JOIN Mengembalikan semua baris saat ada kecocokan di tabel kiri atau kanan
  • PRIMARY KEY Suatu kendala yang secara unik mengidentifikasi setiap record dalam suatu tabel database
  • PROCEDURE Sebuah prosedur yang tersimpan
  • RIGHT JOIN Mengembalikan semua baris dari tabel kanan, dan baris yang cocok dari tabel kiri
  • ROWNUM Menentukan jumlah catatan yang akan dikembalikan dalam kumpulan hasil
  • SELECT Memilih data dari database
  • SELECT DISTINCT Memilih hanya nilai-nilai yang berbeda (berbeda)
  • SELECT INTO Menyalin data dari satu tabel ke tabel baru
  • SELECT TOP Menentukan jumlah record yang akan dikembalikan dalam hasil yang ditetapkan
  • SET Menentukan kolom dan nilai mana yang harus diperbarui dalam tabel
  • TABEL Membuat tabel, atau menambahkan, menghapus, atau memodifikasi kolom dalam tabel, atau menghapus tabel atau data di dalam tabel
  • TOP Menentukan jumlah record yang akan dikembalikan dalam hasil yang ditetapkan
  • TABEL TRUNCATE Menghapus data di dalam tabel, tetapi tidak tabel itu sendiri
  • UNION Menggabungkan set hasil dari dua atau lebih pernyataan SELECT (hanya nilai yang berbeda)
  • UNION ALL Menggabungkan set hasil dari dua atau lebih pernyataan SELECT (mengijinkan nilai duplikat)
  • UNIQUE Kendala yang memastikan bahwa semua nilai dalam kolom adalah unik
  • UPDATE Perbarui baris yang ada dalam sebuah tabel
  • VALUES Menentukan nilai-nilai pernyataan INSERT INTO
  • VIEW Membuat, memperbarui, atau menghapus tampilan
  • WHERE Menyaring hasil yang ditetapkan untuk hanya menyertakan rekaman yang memenuhi ketentuan yang ditentukan

Komentar Pada SQL

KOMENTAR SQL

Komentar Pada SQL

Komentar digunakan untuk menjelaskan bagian dari pernyataan SQL, atau untuk mencegah eksekusi pernyataan SQL.

Catatan: Contoh-contoh dalam materi ini tidak akan berfungsi di Firefox dan Microsoft Edge!

Komentar tidak didukung dalam database Microsoft Access. Firefox dan Microsoft Edge menggunakan Microsoft Access database dalam contoh kami.

Komentar Baris Tunggal

SQL Komentar satu baris dimulai dengan --.

Teks apa pun antara -- dan akhir baris akan diabaikan (tidak akan dieksekusi).

Contoh berikut menggunakan komentar baris tunggal sebagai penjelasan:
KALIAN BISA MENCOBANYA KLIK DISINI

--Pilih semua kolom
SELECT * FROM Customers;

sql comment
hasil query tidak akan mengeksekusi baris komentar



SQL Komentar Multi-baris

Komentar multi-baris dimulai dengan / * dan diakhiri dengan * /.

Teks apa pun antara / * dan * / akan diabaikan.

Contoh berikut menggunakan komentar multi-baris sebagai penjelasan:

/*Pilih semua
record data dari
table Customers :*/
SELECT * FROM Customers;

sql comment
hasil query,komentar tidak akan dieksekusi


SQL CASE

SQL CASE

Pernyataan SQL CASE

Pernyataan SQL CASE berjalan melalui kondisi dan mengembalikan nilai ketika kondisi pertama terpenuhi (seperti pernyataan IF THEN ELSE). Jadi, sekali suatu kondisi benar, itu akan berhenti membaca dan mengembalikan hasilnya. Jika tidak ada kondisi yang benar, itu mengembalikan nilai dalam klausa ELSE.

Jika tidak ada bagian ELSE dan tidak ada kondisi yang benar, ia mengembalikan NULL.

SQL CASE Sintaks :

CASE 
WHEN kondisi1 THEN hasil1
WHEN kondisi2 THEN hasil2    
WHEN kondisi3 THEN hasil3   
ELSE hasillain END;

SQL CASE Contoh 

SQL berikut ini melewati kondisi dan mengembalikan nilai ketika kondisi pertama terpenuhi:
SELECT OrderID, Quantity, 
CASE 
WHEN Quantity = 35 THEN "Quantity sama dengan 35
WHEN Quantity > 35 THEN "Quantity lebih dari 35
ELSE "Quantity dibawah 35" 
END 
FROM OrderDetails;

sql case
hasil query menampilkan hasil case memberitahukan mana orderid yang memiliki kuantiti lebih dari 35 sama dengan 35 dan kurang dari 35

SQL berikut akan mengurutkan Customers berdasarkan City. Namun, jika City NULL, maka mengurutkan berdasarkan Country:

SELECT CustomerName, City, Country
FROM Customers ORDER BY (CASE 
WHEN City IS NULL THEN Country 
ELSE City END);

sql case
hasil query mengurutkan/order by city


SQL INSERT INTO SELECT

sql insert into select

SQL INSERT INTO SELECT Statement

Pernyataan SQL INSERT INTO SELECT menyalin data dari satu tabel dan memasukkannya ke tabel lain.

SQL INSERT INTO SELECT mensyaratkan bahwa tipe data dalam sumber dan tabel target harus sama , dan record data yang ada di tabel target tidak terpengaruh.

INSERT INTO SELECT Sintaks :  
Salin semua kolom dari satu tabel ke tabel lain:

INSERT INTO table2 SELECT * FROM table1 WHERE kondisi;

Salin hanya beberapa kolom dari satu tabel ke tabel lain:

INSERT INTO table2 (kolom1, kolom2, kolom3, ...) SELECT kolom1, kolom2, kolom3, ... FROM table1 WHERE kondisi;

SQL INSERT INTO SELECT Contoh

Pernyataan SQL berikut menyalin table "Suppliers" ke table "Customers" (kolom yang tidak diisi dengan data, akan berisi NULL) diisi dengan kolom tertentu :
INSERT INTO Customers (CustomerName, City, Country) SELECT SupplierName, City, Country FROM Suppliers;

sql insert into select
hasil query, akan memasukan data exists(pada contoh 29 record data) dari table suplliers ke table customers


Pernyataan SQL berikut menyalin table "Suppliers" ke table "Customers" diisi semua kolom :

INSERT INTO Customers (CustomerName, ContactName, Address, City, PostalCode, Country) SELECT SupplierName, ContactName, Address, City, PostalCode, Country FROM Suppliers;

SQL INSERT INTO SELECT
hasil query

Pernyataan SQL berikut hanya menyalin Suppliers Germany ke "Customers":

INSERT INTO Customers (CustomerName, City, Country) SELECT SupplierName, City, Country FROM Suppliers WHERE Country='Germany';

sql insert into select
hasil query hanya 3 record data yang mempunyai country germany yang tersalin ke table customers



Sunday, December 2, 2018

SQL SELECT INTO Statement

sql select into

SQL SELECT INTO Statement

Pernyataan SQL SELECT INTO menyalin data dari satu tabel ke tabel baru.

SELECT INTO Sintaks.

Salin semua kolom ke dalam tabel baru:
SELECT *
INTO table_baru [IN db-lain]
FROM table_lama
WHERE kondisi;
Salin hanya beberapa kolom ke dalam tabel baru:
SELECT kolom1, kolom2, kolom3, ...
INTO table_baru [IN db_lain]
FROM table_lama
WHERE kondisi;
Tabel baru akan dibuat dengan nama-nama kolom dan jenis seperti yang didefinisikan dalam tabel lama. Kamu dapat membuat nama kolom baru menggunakan klausa AS.

SQL SELECT INTO Contoh

Pernyataan SQL berikut membuat salinan cadangan table Customers:
SELECT * INTO CustomersBackup2018
FROM Customers;
Pernyataan SQL berikut menggunakan klausa IN untuk menyalin tabel ke tabel baru di database lain:
SELECT * INTO CustomersBackup2018 IN 'Backup.mdb'
FROM Pelanggan;
Pernyataan SQL berikut hanya menyalin beberapa kolom ke dalam tabel baru:
SELECT  CustomerName, ContactName INTO CustomersBackup2018
FROM Customers;
Pernyataan SQL berikut hanya menyalin table Customers yang Countrynya Indonesia ke dalam tabel baru:
SELECT * INTO CustomersIndonesia
FROM Customers
WHERE Country= 'Indonesia';
Pernyataan SQL berikut menyalin data dari lebih dari satu tabel ke tabel baru:
SELECT Customers.CustomerName, Orders.OrderID
INTO CustomersOrderBackup2018
FROM Cutsomers
LEFT JOIN Orders ON Customers.CustomerID = Orders.CustomerID;
Tip: SELECT INTO juga dapat digunakan untuk membuat tabel kosong baru menggunakan skema yang lain. Cukup tambahkan klausa WHERE yang menyebabkan kueri tidak mengembalikan data:
SELECT * INTO table_baru
FROM table_lama
WHERE 1=0;

SQL ANY dan ALL Operator

SQL ALL ANY

SQL ANY dan ALL Operator

Operator ANY dan ALL digunakan dengan klausa WHERE atau HAVING.

Operator ANY mengembalikan nilai true jika salah satu nilai subquery memenuhi ketentuan.

Operator ALL mengembalikan nilai true jika semua nilai subquery memenuhi ketentuan.

SQL ANY Sintaks :
SELECT nama_kolom ...

FROM nama_table
WHERE nama_kolom operator ANY
(SELECT nama_kolom FROM nama_table WHERE kondisi);

SQL ALL Sintaks :
SELECT nama_kolom ...

FROM nama_table
WHERE nama_kolom operator ALL
(SELECT nama_kolom FROM nama_table WHERE kondisi);
Catatan: Operator harus merupakan operator perbandingan standar (=, <>,! =,>,> =, <, or,<=).

Contoh SQL ANY

Operator ANY mengembalikan TRUE jika salah satu nilai subquery memenuhi ketentuan.

Pernyataan SQL berikut menghasilkan TRUE dan mencantumkan nama-nama products jika menemukan record data APAPUN di tabel OrderDetails dengan kuantitas= 10:
SELECT ProductName
FROM Products
WHERE ProductID = ANY (SELECT ProductID FROM OrderDetails WHERE Quantity = 10);
SQL ANY ALL


Contoh SQL ALL

SQL ALL operator yang mengembalikan TRUE jika semua nilai subquery memenuhi ketentuan.

Pernyataan SQL berikut menghasilkan TRUE dan mencantumkan nama-nama produk jika SEMUA record data dalam tabel OrderDetails memiliki kuantitas = 10:
SELECT ProductName
FROM Products
WHERE ProductID = ALL (SELECT ProductID FROM OrderDetails WHERE Quantity = 10);


SQL EXISTS

SQL EXISTS

Operator SQL EXISTS

Operator SQL EXISTS digunakan untuk menguji keberadaan record data apa pun dalam subquery.

Operator SQL EXISTS mengembalikan nilai true jika subquery mengembalikan satu atau lebih record data.

SQL EXISTS Sintaks :
SELECT nama_kolom
FROM nama_table
WHERE EXISTS
(SELECT nama_kolom FROM nama_table WHERE kondisi);

Pernyataan SQL berikut menghasilkan TRUE dan mencantumkan Supplier dengan harga produk kurang dari 20:
SELECT SupplierName
FROM Suppliers
WHERE EXISTS (SELECT ProductName FROM Products WHERE SupplierId = Suppliers.supplierId AND Price < 20);
SQL EXISTS
hasil query


Pernyataan SQL berikut menghasilkan TRUE dan mencantumkan supplier dengan harga produk yang setara dengan 22:
SELECT SupplierName
FROM Suppliers
WHERE EXISTS (SELECT ProductName FROM Products WHERE SupplierId = Suppliers.supplierId AND Price = 22);
sql exists
hasil query



SQL HAVING Clause

SQL HAVING CLAUSE

SQL HAVING Clause

Klausa HAVING ditambahkan ke SQL karena kata kunci WHERE tidak dapat digunakan dengan fungsi agregat.

HAVING Sintaks :
SELECT nama_kolom ...
FROM nama_table
WHERE kondisi
GROUP BY nama_kolom
HAVING Kondisi
ORDER BY nama_kolom;

Contoh SQL HAVING Clause

Pernyataan SQL berikut mencantumkan jumlah customers di setiap country. Hanya sertakan country dengan lebih dari 5 customers:
SELECT COUNT(CustomerID), Country
FROM Customers
GROUP BY Country
HAVING COUNT(CustomerID) > 5;
sql having
terlihat hasil cuountry mana saja yang memiliki customers lebih dari 5

Pernyataan SQL berikut mencantumkan jumlah customers di setiap country, diurutkan dari tinggi ke rendah/descending dan hanya termasuk negara dengan lebih dari 5 pelanggan :
SELECT COUNT(CustomerID), Country
FROM Customers
GROUP BY Country
HAVING COUNT(CustomerID) > 5
ORDER BY COUNT(CustomerID) DESC;
sql having
hasil sama seperti sebelumnya tetapi jumlah count di urutkan descending

SQL HAVING Contoh lagi
Pernyataan SQL berikut mencantumkan karyawan yang telah mendaftarkan lebih dari 10 pesanan:
SELECT Employees.LastName, COUNT(Orders.OrderID) AS NumberOfOrders
FROM (Orders
INNER JOIN Employees ON Orders.EmployeeID = Employees.EmployeeID)
GROUP BY LastName
HAVING COUNT(Orders.OrderID) > 10;
sql having
hasil query akan terlihat nama customer yang memiliki order lebih dari 10


Pernyataan SQL berikut bernama karyawan "Davolio" atau "Fuller" telah mendaftarkan lebih dari 25 pesanan:
SELECT Employees.LastName, COUNT(Orders.OrderID) AS NumberOfOrders
FROM Orders
INNER JOIN Employees ON Orders.EmployeeID = Employees.EmployeeID
WHERE LastName = 'Davolio' OR LastName = 'Fuller'
GROUP BY LastName
HAVING COUNT(Orders.OrderID) > 25;
sql having
hasil query



TENTANG SITUS

SITUS INI ADALAH SITUS PEMBELAJARAN PEMROGRAMAN DAN JUGA PEMAHAMAN TERHADAP TEKNOLOGI KOMPUTER. KALIAN BISA MENGIKUTI PEMBELAJARAN PEMROGRAMAN DENGAN BERTAHAP PADA MATERI YANG SUDAH SAYA SEDIAKAN, JIKA ADA MATERI YANG MEMBINGUNGKAN SILAKAN LAKUKAN KOMENTAR PADA MATERI YANG ANDA TANYAKAN ATAU KALIAN BISA MENGHUBUNGI SAYA DIHALAMAN KONTAK.

https://smallseotools.com/